WNA Asal Amerika Tewas di Raja Ampat

Chanry Andrew S, Sindo TV · Senin 24 September 2018 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 24 340 1954545 wna-asal-amerika-tewas-di-raja-ampat-Jm0DGC1pjD.jpg Foto Ilustrasi Okezone

WAISAI - Seorang turis asal Amerika, Allen Drage (70) dilaporkan tewas di sebuah kamar resort tempatnya menginap bersama isterinya, Lhim This Kim (45) pada Jumat (21/9/2019) pukul 22.10 WIT, di daerah Distrik Misol Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Dari informasi yang didapatkan Okezone, Allen Drage berlibur bersama isterinya di Raja Ampat dan menginap di salah satu villa. Dari data informasi, Allen Drage bersama isterinya Lhim Thi Kim memegang pasport kunjungan wisata dengan nomor passport, 507011571 dan 507845910 dimana keduanya merupakan warga negara Amerika serikat.

Kematian turis asal Amerika ini sangat tertutup dan baru diketahui waryawan pada hari Minggu (23/9/2018).

Dari keterangan yang didapatkan Okezone, mengenai penyebab kematian turis tersebut, menurut keterangan isteri korban, pada hari jumat (21/09/2018) di villa pada pukul 07.00 Wit korban mengeluh demam dan sakit flu dan sempat meminum obat aspirin.

"Menurut keterangan isteri korban, korban pada hari Jumat pagi, sempat mengeluh demam dan flu, lalu korban sempat minum obat Aspirin" ungkap sumber Okezone yang enggan menyebutkan namanya itu, Minggu (23/9/2018).

 mayat

Selanjutnya pada Pukul 07.30 Wit korban sarapan pagi selanjutnya melakukan pekerjaannya di Leptop dan mengeditnya di Dive canter. Selanjutnya pukul 13.00 wit korban istirahat di villa bersama Istrinya.

"Saat berada di kamar untuk istirahat, istri korban sempat membawakan makanan sandwich dan minum air putih, namun korban hanya makan sedikit makanan tersebut dan meminum sedikit air putih," sambungnya.

Pada malam hari, sekira pukul 19.30 Wit, isteri korban kembali membawa semangkok makanan sup ayam untuk makan malam.

"Malam hari istri korban membawakan semangkuk sup ayam, kemudian korban memakannya sedikit, dan langsung mandi lalu tidur," jelasnya.

Setelah makan malam tersebut, tepatnya sekira pukul 20.00 Wit istri korban mengantuk dan tertidur pada pukul 21.15 Wit.

"Saat terbangun, istri korban melihat bahwa suaminya sudah tidak merespon sapaannya (sudah tidak bernafas) lagi, kemudian saksi mengangkat wajah (kepala) korban kelihatan kebiru-biruan, dan mencoba membuka mata korban namun tidak bergerak sama sekali," tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, istri korban memanggil security resort dan salah seorang manager resort kemudian keduanya melakukan pertolongan pertama (CPR).

"Mereka gunakan alat pemacu Jantung (AED) dan melakukan tindakan memacu jantung kepada korban, namun mesin tidak merekam sama sekali aktivitas jantung korban," ungkapnya.

Melihat kondisi demikian, pihak resort kemudian meminta bantuan kepada salah seorang tamu resort, yang kebetulan berprofesi sebagai dokter di Amerika untuk membantu CPR, namun usaha tersebut sia-sia karena tidak ada respon dari korban dan setelah diteliti, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Selanjutnya pada hari Sabtu (22/9/2018) sekitar pukul 12.55 Wit jenazah di bawa dari Misool ke kota Sorong dengan menggunakan speed perusahan, dimana korban dan keluarganya serta pihak resort dikawal oleh seorang anggota Polisi untuk dibawa ke Rumah Sakit Sele Besolu untuk dilakukan observasi dan tindakan medis.

Hingga saat ini pihak rumah sakit belum memberikan keterangan penyebab kematian korban. Rencananya korban akan dikirim ke negara asalnya, saat ini masih dilakukan koordinasi dengan pihak kedutaan besar Amerika di Jakarta.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini