nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saat Parlemen Norwegia Kagum dengan Penanganan Kebakaran Hutan di Indonesia

Dina Prihatini, Jurnalis · Senin 24 September 2018 20:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 24 340 1955026 saat-parlemen-norwegia-kagum-dengan-penanganan-kebakaran-hutan-di-indonesia-FpwFjFs0nJ.jpg Menteri LHK, Siti Nurbaya (Foto: Okezone)

KALBAR - Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) menurun drastis sejak beberapa bulan terakhir. Meski beberapa daerah di Kalimantan Barat sempat dikepung asap, namun hal tersebut tak berlangsung lama. Adanya event besar seperti Asian Games turut serta membuat semua pihak bahu membahu mengatasi problematika di sebagian wilayah Indonesia tersebut.

Hal tersebut membuat delegasi Norwegia memberi kesan positif terhadap upaya dan kebijakan Pemerintah Indonesia dalam penanganan karhutla. Bukan hanya soal kebakaran lahan dan hutan, Parlemen Norwegia juag menyoroti perubahan iklim, perhutanan sosial, serta pengelolaan sawit berkelanjutan di Indonesia.

Kesan positif juga diungkapkan delegasi Norwegia dengan keseriusan pemerintah, masyarakat setempat, LSM, perusahaan swasta untuk memperbaiki sistem, meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat serta melakukan corrective actions.

Mantan Menteri Luar Negeri Norwegia, yang kini Anggota Parlemen, Barth Eide, menyatakan, dalam banyak hal, apa yang terjadi di Indonesia adalah bahwa Pemerintah memimpin dan memobilisasi dukungan industri, komunitas, masyarakat sipil dan akademisi untuk menemukan solusi dan inovasi baru untuk menghadapi tantangan menyeimbangkan pertumbuhan dan masalah lingkungan.

"Sebagai mitra Indonesia di bidang iklim dan hutan, kami bangga bekerjasama untuk mengatasi perubahan iklim dan mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan," ujar Barth, yang juga Ketua delegasi, pada acara makan malam Bersama Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar).

Selama dua hari Sabtu-Minggu, delegasi Parlemen Norwegia melihat langsung ke lapangan yakni ke hutan Bentang Pesisir Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat untuk meninjau 10 hutan desa yang telah memperoleh izin definitif perhutanan sosial dengan skema hutan desa.

Di lokasi Hutan Desa seluas 76.370 hektare (Hutan Lindung 69,299 ha, Hutan Produksi Terbatas 1,985 ha dan Hutan Produksi Konversi 5,086 ha), rombongan melihat dan berdialog langsung dengan masyarakat pengelola Hutan Desaterkait praktik peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan Jasa Lingkungan seperti budidaya kepiting mangrove, pengolahan arang dar ibatok kelapa dan perlebahan madu.

Delegasi Parlemen Norwegia berterima kasih pada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya dan para jajarannya yang telah menyiapkan kunjungan dan mendampingi di lapangan dengan sangat baik, sehingga dapat dipastikan bahwa Komite telah tepat memilih untuk mengunjungi Indonesia sebagai negara yang sangat penting bagi Norwegia.

Menteri LHK Siti Nurbaya sendiri mengatakan, dalam rangka kerja sama internasional selama beberapa waktu ini kita menerima kunjungan delegasi sejumlah negara.

"Kerja sama terus ditingkatkan untuk saling belajar dan bagi Indonesia dapat menunjukkan kebijakan Presiden Jokowi dalam implementasi atasi dampak perubahan iklim," ujar Siti Nurbaya.

Selanjutnya terkait mencegah hilangnya hutan, Barth Eide lebih lanjut mengatakan, selama perjalanan ini pihaknya telah dapat mendiskusikan apa yang harus dilakukan dalam hal perubahan kebijakan, peningkatan kapasitas, dan investasi.

"Kami telah bertemu dengan para produsen di Kalimantan Barat yang menunjukkan komitmen mereka terhadap pengelolaan sawit keberlanjutan. Jelas sekali, Norwegia siap untuk mendiskusikan bagaimana kita dapat menggunakan kemitraan bilateral dan iklim hutan untuk membantu mewujudkan perubahan ini," ungkapnya.

Dalam kunjungan ini, delegasi Parlemen Norwegia didampingi Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian (LHK), Direktur Penanganan Kebakaran Hutan KLHK, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri KLHK, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Asdep Tanaman Perkebunan dan Hortikultura Kementerian Koordinasi Bidang Ekonomi, Kepala Dinas Kehutanan Kalbar, Senior Adviser untuk Perubahan Iklim dan Sustainability Yayasan KEHATI, dan Country Director IDH.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini