nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Petani Jadi Tersangka Pembakaran Hutan di Gowa

Herman Amiruddin, Jurnalis · Selasa 25 September 2018 02:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 24 340 1955071 2-petani-jadi-tersangka-pembakaran-hutan-di-gowa-jIWN0zhRCJ.jpg Foto: Okezone

GOWA - Dua petani membuka lahan perkebunan sehingga menyebabkan kebakaran hutan seluas 4 hektar yang berada di Dusun Mampu Desa Manuju Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Informasi yang dihimpun Okezone, kedua petani itu bernama Manyya Bin Ali (68) bersama Rudi bin Subu (41). Keduanya membakar lahan pada Jumat 31 Agustus 2018, Jam 11.00 Wita kemarin.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, modusnya yaitu membuka lahan untuk perkebunan dengan cara membakar hutan untuk memghemat biaya. Lahan yang dibakar itu milik PT Inhutani 1 Kabupaten Gowa.

"Jadi motifnya pembukaan lahan untuk perkebunan. Kedua pelaku menggunakan dua bilah parang menebang pohon dan 2 potongan kayu yang dibakar itu kita amibil," kata Shinto.

Dijelaskan Shinto, saat itu kedua pelaku ingin membuka lahan untuk dijadikan kebun jagung dan kacang. Akan tetapi kedua petani itu lalu memotong semua pohon yang berada di hutan.

 hutan

Setelah semua pohon ditebang itu, lalu bekas batang pohon yang ditebang itu lalu dikeringkan. Lalu kemudian membakarnya sehingga terjadilah kebakaran hutan.

"Jadi di TKP itu mereka membakar. Setelah lahan tersebut kering kemuduan dilakukan pembakaran oleh kedua pelaku," tutur Shinto.

Saat dilakukan penyelidikan, kata Shinto, terhadap saksi kemudian ditemukan bukti yang mengarah ke kedua tersangka. Kemudian pada tanggal 17 September 2018 Sat reskrim Unit Tipiter Polres mengirim surat panggilan terhadap kedua pelaku sebagai saksi untuk dilakukan pemeriksaan.

"Pada hari selanjutnya kedua saksi tersebut dinaikkan statusnya menjadi tersangka," ungkap Shinto.

Dikatakan Shinto kedua pelaku telah dilakukan penahanan sejak 18 September 2018.

"Saat ini kasus terus dikembangkan. Kasus diungkap karena adanya terjadinya kerusakan hutan milik PT Inhutani 1 Kabupaten Gowa. Luas lahan yang dibakar 4 hektar," jelas Shinto

Adapun pasal yang persangkaan yakni Pasal 108 jo Pasal 69 ayat (1) huruf h UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan atau Pasal 187 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan paling singkat 3 tahun serta denda paling banyak Rp10 miliar dan paling sedikit Rp3 miliar.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini