Pemerintah Minta Parpol Tidak Gunakan Isu SARA dan Politik Uang

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 24 September 2018 17:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 24 605 1954935 pemerintah-minta-parpol-tidak-gunakan-isu-sara-dan-politik-uang-4G1t5unqMm.jpg Menko Polhukam Wiranto. Foto/Okezone

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta kepada partai politik (parpol) untuk tidak menggunakan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dan politik uang saat pelaksanaan Pemilu 2019.

"Hindari money politic (politik uang-red) dan penggunaan politik identitas, SARA, jangan sampai kita gunakan politik identitas, perbedaan suku, agama, ras sebagai senjata, sebagai instrumen senjata berkampanye. Itu kita hindari supaya persatuan sebagai bangsa dijaga sebaik-baiknya," kata Wiranto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2019).

Baca: Kubu Jokowi Singgung "Kardus" soal Dana Awal Kampanye Prabowo

Foto/Okezone 

Proses dan tahapan Pemilu setentak 2019 mulai memasuki masa kampanye sejak 23 September 2018. Pesta demokrasi tahun ini akan digelar bersamaan antara Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

Baca: Penjelasan Prabowo Terkait Makna di Balik Nama "Koalisi Indonesia Adil Makmur"

Mantan Panglima ABRI itu menegaskan, bahwa partai politik dan seluruh pemangku kepentingan untuk bisa melancarkan aksi dan strategi kampanyenya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Jangan dilanggar, karena kalau dilanggar akibatkan kerancuan yang sebabkan gangguan keamanan," ucap Wiranto.

Foto: Koran Sindo/Yulianto 

Wiranto mengimbau kepada parpol untuk lebih menggalakkan pendidikan politik kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk mendewasakan budaya perpolitikan Indonesia.

"Kami juga harapakan mengajarkan pemilih untuk gunakan hak politik dengan baik tertib, sesuai aturan berlaku, sesuai hak yang diajari dan positif," tutup Wiranto.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini