nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Indonesia Kalahkan 15 Negara dengan Mi Sehat, Ini Ceritanya

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Senin 24 September 2018 16:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 24 65 1954891 mahasiswa-indonesia-kalahkan-15-negara-dengan-mi-sehat-ini-ceritanya-egDc7Fe8GV.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Empat mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya memperoleh medali emas dalam The 5th International Young Inventors Award (IYIA) 2018 di Inna Grand Bali Beach Sanur, Bali.

Mereka adalah M Kiki Saputra (Agribisnis 2016), Agusti Ardiansyah Saputro (Agroekoteknologi 2017), Mohammad Jauharul Azmi (Budidaya Pertanian 2015) dan Bita Pitaloka (Ilmu Tanah 2016).

Mengambil judul Tamales atau Taro-Moringa Noodles: Taro (Xanthosoma saggitifolium) Fotification with Moringa leaf (Moringa oleifera) for Healthy Noodles Production. Mereka mengalahkan para pesaingnya yang berasal dari 15 negara di dunia.

 

Tamales adalah mi sehat yang terbuat dari fortifikasi tepung talas dengan daun kelor. Tepung talas dipilih karena mengandung pati yang tinggi dan daun kelor dapat meningkatkan nilai gizi.

Menurut kiki, potensi talas yang tinggi dapat menjadi diversifikasi (keanekaragaman) bahan dalam produksi mi. Selain itu, sebagai upaya untuk meningkatkan nilai gizi pada mie, maka proses fortifikasi makanan dilakukan dengan daun kelor.

“Melihat banyaknya produk inovasi dari negara peserta lain kami sempat merasa agak nothing to lose, tapi kami coba meyakinkan dewan juri pada saat presentasi produk, hasil ini sangat diluar perkiraaan. Tapi kami sangat senang dan bangga," ujar kiki yang dikutip Okezone dari website UB, Senin (24/9/2018)

Kegiatan lomba ini diselengarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (Innopa). Innopa didirikan pada tahun 2011. Asosiasi ini terdiri dari pemenang kompetisi penelitian atau inovasi nasional dan internasional.

Kegiatan ini rutin setiap tahun dilakukan, pada tahun 2018 ini diadakan di Bali yang berlangsung selama empat hari (19-22/9/2018).

Tujuan kegiatan ini juga untuk membantu dan menghubungkan inovator Indonesia untuk menunjukkan ide atau produk inovatif mereka ke tingkat Internasional.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini