nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iran Terus tuding Amerika Serikat dan Israel atas Serangan Parade Militer Mereka

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 25 September 2018 10:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 25 18 1955179 iran-terus-tuding-amerika-serikat-dan-israel-atas-serangan-parade-militer-mereka-QeBPT06umh.jpg Foto: Reuters.

RIBUAN orang mengikuti prosesi pemakaman korban serangan dalam parade militer di kota Ahvaz, Iran selatan, yang menyebabkan 25 orang meninggal dunia termasuk anggota Garda Revolusi.

Peti-peti jenazah dibalut dengan bendera nasional Iran dan dibawa ke tempat pemakaman. Banyak di antara pelayat membawa foto korban penembakan, termasuk seorang anak berusia empat tahun. Mereka juga meneriakkan yel-yel "Mampus Amerika Serikat!".

Peristiwa terjadi dalam parade militer tahunan di Ahvaz ketika empat pria bersenjata menembaki pasukan Garda Revolusi pada Sabtu pekan lalu. Aksi para penyerang menyebabkan 25 orang meninggal dunia, tak terkecuali anggota pasukan elite Garda Revolusi.

Israel juga dituduh

Para pejabat Iran langsung menuduh Amerika Serikat dan negara-negara Arab, yang menjadi sekutunya, berada di balik serangan berdarah itu. Tuduhan itu antara lain dilontakan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Tuduhan terbaru disampaikan oleh Wakil Kepala Garda Revolusi, Hossein Salami. Ia tidak hanya menuding Amerika Serikat tetapi juga Israel.

Ditegaskan oleh Hossein Salami bahwa Iran tidak akan tinggal diam.

"Ketika dulu Anda membunuh ilmuwan-ilmuwan nuklir kami di jalan-jalan, Anda tahu balas dendam yang kami lakukan. Kami berjanji kami akan melancarkan balas dendam yang merusak dan efektif dan Anda akan menyesali atas apa yang telah Anda lakukan," tegasnya dalam pidato sebelum pemakaman para korban penembakan, Senin, 24 September.

Namun Amerika Serikat menepis tuduhan Iran dengan mengatakan negara itu seharusnya mengaca pada diri sendiri. Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, menuturkan kesalahan sepenuhnya berada di tangan otoritas Iran dan serangan terjadi karena rakyat Iran sudah muak ditindas.

Uni Emirat Arab, sekutu dekat Amerika Serikat, juga menepis tuduhan Iran meskipun Iran tidak sampai menyebut nama-nama negara sekutu AS yang dituduh terlibat.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) dan kelompok pemberontak etnik Arab sama-sama mengaku bertanggung jawab atas serangan di Ahvaz.

Rekaman video yang dirilis melalui kantor berita ISIS, Amaq, menunjukkan ada tiga pria yang tampak mengenakan seragam Garda Revolusi di dalam mobil. Mereka diperkirakan tengah meluncur untuk melaksanakan aksi mereka.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini