nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panglima TNI Persilakan Anak Buahnya Nonton Film G30S/PKI

Badriyanto, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 13:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 26 337 1955813 panglima-tni-persilakan-anak-buahnya-nonton-film-g30s-pki-zCsUXDa2rM.jpg Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto : Badriyanto/Okezone)

JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mempersilakan prajuritnya untuk menonton film G30S/PKI. Pasalnya, film yang diproduksi pada 1984 itu sangat tepat untuk dijadikan referensi sejarah perjalanan bangsa melawan gerakan PKI yang menentang ideologi Pancasila.

"Nonton bersama itu hak seluruh warga negara, bukan hanya hari ini, kemarin, besok, silakan semuanya bisa nonton dan itu bagian dari sejarah bangsa," kata Hadi usai acara silaturahmi dengan veteran di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018).

Hadi mengatakan, generasi muda harus tahu bangsa Indonesia pernah punya sejarah kelam yang ditorehkan anggota PKI kala itu. Melalui film G30S/PKI, menurutnya, anak muda akan tahu fakta yang sesungguhnya sehingga dengan sendirinya tidak akan menerima ideologi komunis.

"Ideologi komunis harus benar-benar kita tolak untuk tidak bisa masuk ke negeri Pancasila ini sehingga generasi muda harus benar-benar tahu," imbuhnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto : Badriyanto/Okezone)

Sementara itu, Kepala Pangdam Jaya Kolonel Kristomei Sianturi menambahkan, hingga kini belum ada perintah khusus atau larangan menonton film G30S/PKI yang pernah diputar rutin tiap tanggal 30 September, saat pemerintahan Orde Baru era Presiden Soeharto.

"Kalau TNI perintah kantor nonton, kalau enggak ya enggak. Tapi, tidak bisa menghalangi untuk nonton, kita mau download sekarang bisa saja bebas kok. Kalau ada perintah kita nonton. Tapi, untuk saat ini belum ada perintah," tuturnya.

(Baca Juga : Panglima TNI Akui Komunis Masih Jadi Ancaman Indonesia)

Oleh karena itu, ia juga membebaskan anak buahnya untuk menonton film yang disutradarai oleh Arifin C Noer itu. Bahkan demi pengetahuan sejarah film itu dapat ditonton kapan saja tidak harus tepat pada 30 September.

"Kita mengimbau untuk mengetahui sejarah dan enggak harus tunggu bulan September kan. Kita berikan sejarah. Kalau sejarah disambut cuma sebulan sekali enggak pas juga, jadi berulang-ulang," pungkasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini