nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Kali Mangkir, Anggota DPRD Sumut Dijemput Paksa KPK

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 14:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 26 340 1955816 dua-kali-mangkir-anggota-dprd-sumut-dijeput-paksa-kpk-Kcvayk3H9d.jpg KPK Melakukan Jemput Paksa terhadap Anggota DPRD Sumut Muhammad Faisal (foto: Wahyudi/Okezone)

MEDAN - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penjemputan paksa terhadap Muhammad Faisal, anggota DPRD Sumatera Utara yang menjadi tersangka penerima gratifikasi dan suap dalam pengesahan APBD Sumatera Utara 2012-2014 dan penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015 yang menyeret mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho.

Faisal dijemput paksa sejumlah penyidik KPK di kediamannya di salah satu komplek perumahan elit di Jalan Pasar 1, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, pada Rabu (26/9/2018).

KPK Melakukan Penjemputan Paksa terhadap Muhammad Faisal (foto: Wahyudi/Okezone)	KPK Melakukan Penjemputan Paksa terhadap Muhammad Faisal (foto: Wahyudi/Okezone) 

Pantauan Okezone, dari penjemputan paksa yang dikawal ketat petugas kepolisian itu, penyidik berhasil membawa Faisal dan beberapa berkas yang dimasukkan ke dalam koper. Penyidik kemudian membawa Faisal berikut berkas tersebut dengan menggunakan mobil mini bus berwarna putih.

"Benar, tadi sekitar jam 11 ada petugas KPK datang dan saya selaku Kepling hanya mendampingi mereka," kata Zul, Kepala Lingkungan (RW) 8, Kelurahan Asam Kumbang.

Menurut Zul, dalam penjemputan tersebut lebih dari tiga orang petugas KPK yang datang dengan menggunakan beberapa unit mobil.

KPK Melakukan Penjemputan Paksa terhadap Muhammad Faisal (foto: Wahyudi/Okezone)	KPK Melakukan Penjemputan Paksa terhadap Muhammad Faisal (foto: Wahyudi/Okezone) 

"Pas diamankan itu hanya pak MF yang dibawa oleh petugas. Kalau adanya berkas yang dibawa saya tidak lihat," ungkapnya.

Juru Bicara KPK, Febry Diansyah juga membenarkan adanya penjemputan paksa itu. Febri menyebutkan usai dijemput paksa, Faisal kemudian diboyong ke Mapolsek Sunggal untuk pemerintahan awal. Faisal kemudian akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Beliau kita jemput paksa karena sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. Sebelumnya beliau kita panggil pada 16 Juli 2018. Waktu itu beliau hadir. Tapi saat kita panggil lagi pada 7 dan 24 September, beliau mangkir. Sore ini kita bawa ke Jakarta," tegas Febri.

KPK Melakukan Penjemputan Paksa terhadap Muhammad Faisal (foto: Wahyudi/Okezone) KPK Melakukan Penjemputan Paksa terhadap Muhammad Faisal (foto: Wahyudi/Okezone) 

Selain Faisal, ada 37 tersangka lain yang ditetapkan KPK dalam kasus tersebut. Sebagian besar diantaranya sudah ditahan namun sebagian lainnya masih terus dipanggil untuk diperiksa.

"Kami ingatkan pada tersangka lain agar koperatif dan hal ini menjadi pelajaran agar memenuhi panggilan penyidik dan mengikuti proses hukum yang berlaku," tandas Febri.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini