nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Revolusi 4.0, Mahasiswa Dituntut Pahami Literasi Baru

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 14:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 26 65 1955836 revolusi-4-0-mahasiswa-dituntut-pahami-literasi-baru-lULoL6U4ej.jpeg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami literasi lama seperti membaca dan menulis. Di era Revolusi Industri 4.0, ada tiga literasi baru yang wajib dikuasai.

Plt Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Intan Ahmad mengatakan, ketiga literasi tersebut adalah literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Menurutnya, tantangan untuk menguasai skill di masa depan sangatlah berat. Maka selain membaca, tulis, dan matematika, ketiga literasi baru itu pun wajib diajarkan kepada maha siswa.

Baca Juga: Ada Institut Design Perhiasan, Apa yang Dipelajari?

‘’Ini sebagai modal dasar mereka untuk bisa berkiprah di tengah masyarakat,” kata Intan saat wisuda UNJ di Jakarta kemarin. Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) ini menjelaskan, 72% universitas yang disurvei menyatakan ba hwa lulusan mereka sudah disiapkan untuk bekerja.

Namun, hanya 42% pemberi pekerjaan yang berpendapat bahwa lulusan baru yang di terima bekerja telah dipersiapkan dengan baik oleh universitas, yakni memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Guru besar biologi ITB ini menjelaskan, dari data di atas dapat disimpulkan bahwa dunia kerja ingin ada kombinasi berbagai skill. Tapi faktanya, universitas belum menyiapkan mahasiswanya dengan kebutuhan kerja. Padahal, skill yang paling dibutuhkan saat ini adalah budaya kerja yang baik, komunikasi, serta kemampuan bekerja dalam tim dan kemampuan berbahasa asing.

mahasiswa

“Kata kunci untuk memenangkan persaingan dalam kehidupan masyarakat saat ini adalah kompetisi. Mahasiswa harus siap berkompetisi pada bidang kerja dan institusi kerja apa pun,” ungkapnya. Dia menjelaskan, UNJ telah mewisuda sebanyak 3.944 orang lulusan. Yang paling banyak adalah dari program sarjana S1 sebanyak 2.809 orang.

Intan mengungkapkan, jumlah alumni UNJ saat ini ada 116.095 orang yang menyebar di seluruh Indonesia. Dia pun berharap, dengan para alumni sebanyak ini maka UNJ bisa memberikan kontribusi besar bagi pembangunan bangsa Indonesia. Sementara itu, CEO dan Cofounder Ruangguru.com Adamas Belva Syah Devara mengatakan bahwa mesin masa depan bagi bangsa Indonesia adalah generasi muda saat ini.

Baca Juga: 6 Trik Menjaga Kesehatan Mental saat Musim Ujian

Generasi muda yang tengah akrab dengan dunia digital, sehingga dia yakin dengan teknologi yang di kuasai oleh anak muda maka masa depan Indonesia akan cerah. “Kita (anak muda) lebih maju daripada orang tua kita karena kita sudah digital native. Maka jika bukan kita, siapa lagi yang bisa menggunakan teknologi untuk mengubah Indonesia di berbagai sektor,” katanya.

Belva menjelaskan, potensi anak muda sudah terlihat besar dalam pembangunan bangsa saat ini. Contohnya sudah banyak perusahaan startup dari Indonesia yang mendunia yang dipimpin oleh anak muda. Maka dari itu, dia pun berharap generasi muda saat ini bisa membuka la pangan pekerjaan sehingga bisa membantu mengurangi pengangguran. Belva menuturkan, Ruang guru adalah startup yang berdiri sejak 2014.

mahasiswa

Dia bersama rekannya mendirikan aplikasi belajar daring ini bermula dari keresahan tentang kualitas pendidikan di Indonesia yang masih sangat rendah. Di sisi lain, generasi muda sangat mudah beradaptasi dengan teknologi sehingga dia memadukan pembelajaran dengan teknologi untuk membuka startup tersebut. “Kami mau mengubah mindset anak dan orang tua bahwa belajar itu enggak perlu offline (tatap muka), namun online juga bisa,” katanya.

Belva menjelaskan, Ruang guru saat ini menjadi aplikasi pendidikan nomor satu di Indonesia, bahkan tahun ajaran baru kemarin aplikasinya berhasil menggeser Tiktok dan Instagram di posisi aplikasi terpopuler di Tanah Air. Saat ini aplikasinya melayani 10 juta siswa dan 150.000 guru serta menjalin kemitraan aktif dengan pemerintah daerah.

(Neneng Zubaidah)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini