nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Nelayan Indonesia Ditangkap Polisi Diraja Malaysia

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 27 September 2018 23:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 27 340 1956533 5-nelayan-indonesia-ditangkap-polisi-diraja-malaysia-xdWSRr6vDB.jpg

MEDAN - Sebanyak 5 orang nelayan asal Kecamatan Sei Bilah, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ditangkap petugas Kepolisian Diraja Malaysia saat tengah melaut di perairan Indonesia pada Selasa 25 September 2018.

Kelima nelayan itu adalah Abdul Rahman Ritonga alias Tekong (37), Alfan (43), M. Barlin (39), Danu Dirja (30) dan Zulkifli (54). Mereka kini mendekam di tahanan Kepolisian Diraja Malaysia di Penang.

Kabar mengenai penangkapan itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Rumah Bahari, Azhar. Menurutnya para nelayan tersebut berangkat melaut dari Sei Bilah pada hari Sabtu 22 September 2018 sekira Pukul 22.00 WIB, dengan menggunakan Perahu PB 64 KM Bunga Laut.

Lalu pada hari Rabu 26 September 2018 kemarin, sekira Pukul 09.00 WIB, salah seorang Nelayan yang bernama M.Barlin, melakukan komunikasi dengan istrinya yang bernama Siti Fatimah (43) dengan menggunakan nomor ponsel Malaysia. Barlin memberikan informasi kepada sang istri jika mereka ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia dan kini berada di Tahanan Pulau Penang Malaysia.

"Ini adalah penculikan. Karena kelima Nelayan tersebut masih berada di Perairan Indonesia, saat ditangkap," kata Azhar.

Menurut Azhar, dari beberapa kasus pemberitahuan yang dilakukan oleh Polisi Diraja Malaysia, hanya melalui Via Telepon.

"Belajar dari pengalaman pengalaman terdahulu seperti kasus sekarang ini, Polisi Diraja Malaysia hanya memberi kabar melalui Telpon, dan biasanya untuk berkomunikasi kembali, keluarga korban sangat sulit dengan menggunakan nomor Telpon yang sama pada saat pemberitahuan sebelumnya," beber Azhar.

Untuk itu, sebagai Direktur Eksekutif Rumah Bahari, Azhar meminta kepada Polisi Diraja Malaysia agar komunikasi ini bisa terus dilakukan.

"Kami berharap agar pihak Malaysia membuka komunikasi, sehingga hak hak keluarga para Nelayan untuk mendapatkan informasi serta keadaan keluarganya, bisa di ketahui," pintanya.

Tidak hanya itu, Azhar juga meminta kepada Pemerintah, agar segera melakukan Advokasi terhadap para Nelayan yang tertangkap, dan segera membebaskan Nelayan tersebut.

"Terkhusus untuk Kementrian Luar Negeri dan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta pemerintah Daerah, agar segera melakukan Advokasi," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini