nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alat Pendeteksi Potensi Bencana Alam Mahasiswa RI Diakui Dunia

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Kamis 27 September 2018 10:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 27 65 1956233 alat-pendeteksi-potensi-bencana-alam-mahasiswa-ri-diakui-dunia-w8qWqkZ7ve.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Tim Disaster Detection System of Forest Fire and Landslide (Desfola) Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya melalui alat pendeteksi potensi bencana alam berbasis android kembali memperoleh medali emas dari kompetisi inovasi internasional.

Tim yang diketuai oleh Rizka Sisna Riyanti dan Bagas Priyo Hadi Wibowo dengan di bawah bimbingan dosen Eka Maulana mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang didapatkannya.

“Kami bangga bisa mengikuti jejak kesuksesan dari senior-senior kami,” ujar Riska yang dikutip Okezone dari website UB, Kamis (27/9/2018)

 

Sebelumnya, Desfola adalah sebuah teknologi pendeteksi potensi bencana berbasis android guna mengurangi dampak akibat kebakaran hutan dan tanah longsor. Bagas menjelaskan Desfola dirancang dengan hanya dua bagian utama, yaitu bagian sensor dan bagian server.

Bagian sensor diletakkan di beberapa bagian hutan dan bagian server akan diletakkan di pemukiman warga yang memiliki koneksi internet. Desfola menggunakan sistem pengiriman point to point untuk memaksimalkan kinerjanya.

“Data yang dideteksi oleh bagian sensor akan ditampilkan di aplikasi android secara realtime. Saat potensi bencana meningkat, alat akan menampilkan warning sehingga masyarakat bisa lebih waspada dan menanggulanginya lebih dini,” jelas Bagas.

Kompetisi inovasi internasional ini adalah The 5th International Young Inventors Awards (IYIA) 2018 yang diselenggarakan di Inna Grand Bali Beach Sanur, Bali, Indonesia, 19 – 22 September 2018.

 

Kompetisi IYIA 2018 yang diselenggarakan oleh asosiasi pemenang kompetisi penelitian atau inovasi nasional dan internasional INNOPA (Indonesian Invention and Innovation Promotion Association) ini diikuti oleh 15 Negara seperi Indonesia, China, Malaysia, Thailand, dan lainnya.

Tidak kurang dari 317 inovasi dari peserta dalam dan luar negeri dipamerkan dalam kompetisi tersebut.

Inovasi ini sebelumnya berhasil memperoleh medali perak pada ajang International Research Innovation, Invention, and Solution Exposition (IRIISE) 2018 yang bertempat di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 14-16 Agustus 2018.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini