nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perluas Penelitian Obat, BPOM Gandeng ITB

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 28 September 2018 11:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 28 65 1956781 perluas-penelitian-obat-bpom-gandeng-itb-f3mEPM7DJk.jpg Ilustrasi: Reuters

BANDUNG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam bidang pengembangan penelitian, industri obat, dan sumber daya manusia (SDM).

Kerja sama itu dilakukan untuk menghadapi semakin berkembangnya produk obat dan makanan. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kedua belah pihak di lakukan Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dan Rektor ITB Kadarsyah Suryadi di sela-sela acara Job Fair yang digelar di Kampus ITB kemarin.

Baca Juga: BMKG Gunakan Radar Buatan ITB Amati Cuaca di Bandung

“Kerjasama ini meliputi aspek pengembangan sumber daya manusia (SDM), industri obat, dan makanan serta penelitian. Begitu juga dengan job fair yang kami gelar di ITB ini, bagian dari MoU antara BPOM dan ITB,” kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti.

Menurut dia, kerjasama pengembangan SDM menjadi prioritas utama, mengingat tugas BPOM ke depan akan semakin luas. Semua obat dan makanan harus diawasi dan dipastikan aman serta bermanfaat bagi masyarakat.

ITB

“BPOM sekarang ada penindakan dan pengawasan hukum. Posisi geografis Indonesia yang merupakan kepulauan dan pantai panjang, terbuka untuk masuknya berbagai produk,” ujarnya. 

Apalagi, tantangan masuknya produk dari luar semakin besar. Misalnya, kosmetik berat dari luar masuk dengan mudahnya karena e-commerce. Masyarakat, ujarnya, banyak yang percaya begitu saja pada kosmetik online, padahal belum memenuhi syarat dan berisiko mengandung bahan kimia berbahaya.

Baca Juga: Robot Kecoa untuk Operasi Intelijen, Bisa Menyadap dan Mengintai

Rektor ITB Kadarsyah Suryadi mengatakan, kuota perekrutan BPOM tahun ini sangat banyak karena mencapai 1.078 orang. Perekrutan PNS BPOM pun, lintas disiplin dan lintas sektor sehingga cakrawala menjadi lebih luas dan permasalahan lebih komprehensif.

“Masalah makanan, kesehatan, dan air ini kan masuk dalam isu global. Semuanya terkait dengan BPOM. Saya sangat menyambut baik kerja sama dan job fair ini,” kata Kadarsyah.

(Arif Budianto)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini