nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuliah di Jepang, Mahasiswa Indonesia Wajib Persiapkan Ini

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Minggu 30 September 2018 15:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 30 65 1957665 kuliah-di-jepang-mahasiswa-indonesia-wajib-persiapkan-ini-3Rb6wlyMn5.jpg Pameran Pendidikan Jepang di JCC (Foto: Vanni/Okezone)

JAKARTA - Jepang menjadi salah satu negara terkenal akan kemajuan teknologi dan inovasi. Berbagai universitas terkemuka juga tersedia di Negeri Sakura tersebut.

Hubungan Masyarat Japan Student Service Organization (Jasso) Apin Rinjani menjelaskan, organisasi Jasso merupakan sebuah organisasi yang di bawah Kementerian Pendidikan di Jepang dan membantu memberi informasi untuk mahasiswa internasional yang akan belajar di Jepang.

“Lembaga pendidikan tinggi atau universitas di Jepang untuk graduate sejumlah 623 universitas yaitu negeri 86, lokal publik 77, swasta 460. Dan untuk undergraduate universitas berjumlah 751, yaitu untuk negeri 82, lokal publik 87, dan swasta 582,” jelasnya dalam acara Pameran Pendidikan Jepang 2018 di Balai Sidang JCC, Minggu (30/9/2018).

Baca Juga: Cerita Mahasiswa Indonesia Alami Culture Shock saat Kuliah di Taiwan

“Untuk mahasiswa Indonesia yang akan perpanjang program D3 di Jepang biasanya susah untuk jurusan lain. D3 diperuntukkan untuk jurusan teknik. Mungkin beberapa ada yang menerima tetapi persayaratannya harus bisa Bahasa Jepang. Karena biasanya mahasiswa Indonesia jarang yang berminat untuk Bahasa Jepang. Mereka lebih ke universitas yang menggunakan Bahasa Inggris,” tambahnya.

Daya tarik studi di Jepang, Apin mengatakan, di antaranya dapat belajar berbagai akademik, dapat belajar ilmu pengetahuan dan teknologi terbaik di dunia, belajar di lingkungan internasional dan kesempatan untuk bisa bekerja di Jepang.

“Ada banyak cara untuk meneruskan belajar ke Jepang, di antaranya itu mempersiapkan rencana mau kuliah di mana dan prosedur pendaftarannya. Cari informasi sebanyak-banyaknya. Jangan sampai telat daftar karena baru cari tahu informasinya. Kemudian mempunyai sertifikat di antaranya TOEFL, IELTS,JLPT, SAT, UN dan EJU. Untuk Indoensia biasanya sertifikat UN itu tidak dianggap, jadi harus mengikuti ujian EJU (Examination for Japanese University Admission for International Students) dan biasanya ada aplikasi untuk mengakses kampus dan bayar ya. Setelah itu tahap ujian masuk biasanya ada tes wawancara, essay, TPA (tes potensi akademik) dan apabila keterima biasanya dari kampusnya akan berkabar melalui email, atau via pos,” ujarnya.

Baca Juga: Tertarik Kuliah di New Zealand? Ini Rincian Biayanya!

Untuk biaya hidup di Jepang, Apin mengungkapkan, rata-rata sekitar 4,681 Yuan yang bukan termasuk biaya kuliah.

“Untuk biaya masuk universitas, biasanya per semester dan per tahun. Tetapi kampus lebih mengusulkan untuk bayaran yang setahun. Bisa dikatakan murah untuk biaya hidup di Jepang. Jangan samakan dengan di Tokyo ya mungkin ada beberapa mahasiswa yang memilih untuk tinggal di apartemen di Tokyo dan biaya lebih tentu lebih mahal,” terangnya.

Kerja part time atau dikenal kerja paruh waktu memang biasa dikenal oleh kalangan mahasiswa, Apin mengungkapkan pendapatan yang didapatkan dari kerja part time cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliah.

“Kalau sudah bekerja paruh waktu usahakan atur jadwal kuliah dan bekerja. Jangan sampai lupa bekerja sehingga tidak mengerjakan tugas-tugas kuliah,” jelasnya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini