nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Orang Biasa Tapi Mampu Mengubah Sejarah Dunia

Senin 01 Oktober 2018 10:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 01 65 1957903 7-orang-biasa-tapi-mampu-mengubah-sejarah-dunia-dFYy4cIyY6.jpg 7 Orang biasa ini melakukan perubahan bagi dunia. (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Untuk mengubah sejarah, Anda tak perlu menunggu menjadi orang besar dan berpengaruh. Dengan melakukan perbuatan kecil namun memberi dampak besar, seseorang bisa menciptakan sejarah.

Hal ini setidaknya ditujukkan oleh sejumlah orang biasa yang mencatatkan namanya di putaran roda sejarah dunia.Berikut ini seperti dikutip dari listverse.com

1. Rosa Park

Pada 1 Desember 1955, Rosa yang lelah bekerja seharian, pulang dengan menggunakan bus ke rumahnya. Namun saat di perjalanan, sopir memintanya menyerahkan kursi yang dia duduki untuk orang berkulit putih. Rosa yang merupakan wanita dengan kulit berwarna menolaknya dan dia ditangkap karena tidak mematuhi peraturan sipil yang berlaku di Amerika Serikat (AS) saat itu. Akibatnya kasus itu orang kulit berwarna melakukan pemboikotan sarana transportasi dan meminta hak-hak mereka disamaratakan. Itu adalah momen penting dalam Gerakan Hak Sipil. Dan Rosa Parks dikenal sebagai Ibu Pergerakan Hak Asasi Manusia Modern oleh Kongres AS.

2. Mohammed Bouazizi

Seorang pedagang sayuran di Tunisia, Mohammed Bouazizi hanya memiliki keinginan sederhana, punya cukup uang untuk menyewa atau membeli sebuah truk pick-up. Karena putus asa, dia membakar dirinya pada Desember 2010. Keputusaannya dipicu oleh tindakan sewenang-wenang petugas pemerintah kota yang meminta uang sogok setiap dia membeli dan menjual sayuran. Mohammed menjadi simbol penderitaan rakyat Tunisia. Kematiannya memicu protes yang berhasil menggulingkan diktator Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali. Di kemudian hari aksi protes ini menginspirasi gerakan “Arab Spring”.

3. Todd Beamer

Manager Akuntansi Todd Beamer dan beberapa penumpang lain di penerbangan nomor 93 maskapai United Airlines yang menyadari bahwa pesawat tersebut dibajak oleh teroris pada 9 September 2001, melakukan tindakan berani untuk merebut kembali pesawat. Tindakan heroiknya terekam dalam saluran telepon terbuka dan pesawat yang sebelumnya ditujukan untuk menyerang ibukota AS, jatuh di sebuah lapangan di Shanksville, Pennsylvania

4. Frank Willis

Pada 17 Juni 1972, kepala satuan pengamanan (satpam) bernama Frank Willis yang sedang bertugas di Kompleks Parkantoran Watargate, Wanshington D.C berhasil menangkap lima anggota politik Partai Republik yang hendak menyadap lawan-lawan politiknya. Dia juga menemukan rekaman di tempat yang sama. Willis melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian. Dua tahun kemudian, Presiden Richard Nixon dari Partai Republik mengundurkan diri dalam kehinaan atas keterlibatannya dalam skandal politik paling memalukan dalam sejarah AS yang dikenal dengan sebutan Watergate

5. Ryan White

Ryan White, seorang remaja dari Indiana adalah penderita hemofilia yang tertular AIDS melalui transfusi darah. Dia meninggal pada usia 18 tahun, dengan didampingi keluarga dan penyanyi Elton John di sisi tempat tidurnya. Dalam perjuangannya melawan AIDS, White menjadi wajah baru dari epidemi, membongkar mitos bahwa AIDS hanya diderita oleh pengguna narkoba dan pelaku seks bebas. Perjuangannya mendapatkan perlakuan adil dan setara dari sistem sekolah publik membantu mengekspos diskriminasi yang dihadapi oleh Kongres AS.

6. Tank man

Tank Man atau manusia tank merupakan pemberontak tanpa identitas yang sangat terkenal lantaran berani berdiri di depan puluhan tank militer China saat dibubarkannya demonstran mahasiswa di sekitar Lapangan Tiananmen pada 5 Juni 1989. Meski anonim, namun Tank Man yang melambung namanya dalam Tragedi Tiananmen telah menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan pemerintah yang diakui secara internasional.

7. Candy Lighner

Setelah putrinya berusia 13 tahun tewas karena ditabrak oleh seorang pengendara mobil yang sedang mabuk berat dan memiliki beberapa catatan buruk, Candy tak hanya bersedih. Dia mendirikan Mothers Against Drunk Driving (MADD) di rumahnya pada 7 Maret 1980. Sebelum ada MADD, hanya sedikit atau bahkan tidak ada konsekuensi hukum bagi pengemudi yang mabuk di jalanan. Namun, MADD berhasil mengubah sikap pemerintah AS tentang sanksi hukum bagi pengemudi dalam keadaan mabuk dan berhasil memperjuangkan hukum secara ketat di seluruh negeri. (Koran Sindo)


(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini