nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadapi Revolusi 4.0, Mahasiswa ITB Kembangkan Sistem Blockchain

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Senin 01 Oktober 2018 13:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 01 65 1958021 hadapi-revolusi-4-0-mahasiswa-itb-kembangkan-sistem-blockchain-tqfVKCoYCQ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Sekarang ini hampir seluruh aspek kehidupan kini menjadi semakin canggih. Konsep smart technology seakan telah menjadi trend tersendiri di lingkungan sosial, termasuk digitalisasi komunikasi di era industri 4.0 ini.

Dari pasar, rantai suplai, dan proses manufaktur telah memasuki era otomasi yang tak lagi terfokuskan hanya pada sirkulasi produk skala massal, tapi juga pada pengintegrasian data di dalamnya.

Banyaknya permintaan dan penggunaan smart technology pun meningkat secara eksponensial tiap waktu. Tantangan baru akan penguasaan cyber-physic system, IoT, cloud computing, serta cognitif computing harus dijawab dengan kesiapan yang matang baik dari sisi teknologi maupun birokrasi suatu negara.

Namun, tidak hanya kesiapan teknologi dalam pengintegrasian data yang harus diperlukan, aspek keamanan dan validasi dari data itu sendiri yang harusnya juga dapat dijamin. Berawal dari misi inilah, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Rezha Kusuma mengembangkan suatu sistem blockchain untuk data berupa identitas dan diberi nama Blockchain ID.

“Blockchain merupakan suatu sistem pencatatan data (database) yang tersebar di semua jaringan dalam sistem. Blockchain menerapkan sebuah konsep yang sederhana tetapi krusial pada praktiknya,” ujarnya seperti dikutip Okezone dari website ITB, Senin (1/10/2018)

 

Dalam cryptocurrency (sebuah teknologi membuat mata uang digital) desentralisasi data ini akan sangat penting untuk mencegah hilangnya kontrol data jika sistem utama disadap.

“Sekalipun data pada suatu komputer di jaringan mengalami kerusakan, riwayat transaksi akan aman karena tersimpan di komputer lain dalam jaringan tapi dalam bentuk yang terenskripsi,” lanjutnya.

Hanya pemilik data dan beberapa pihak yang dapat membuka rincian transaksinya menggunakan private key. Selain itu, adanya kontrol individu terhadap kemungkinan penyalahgunaan data pribadinya oleh sistem pusat akan sangat bermanfaat terutama di era digital ini.

“Sebesar 90% masyarakat dunia khawatir bagaimana identitasnya digunakan. Namun kurang dari 10% yang merasa memilki kontrol terhadap identitasnya. Bagaimana jika ada suatu sistem identitas yang memberikan kontrol kembali kepada si pemilik identitas itu sendiri?” lanjutnya.

Karena hal tersebut Rezha membuat Blockchain ID. Sesuai dengan slogannya yaitu Kontrol Identitas Kembali pada Anda.

“Blockchain ID ini dikembangkan dengan fungsi utama agar pemilik data dapat memegang data identitasnya sendiri, mengubah, mengelola, serta melacak siapa yang menggunakan identitas miliknya,” tambahnya

 

Segala macam transaksi yang bersifat multiidentitas dapat menggunakan sistem hasil Tenant Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB (LPIK-ITB) itu. Hal itu mengimplikasikan begitu luas aspek yang dapat diakomodasi menggunakan Blockchain dari hasil pengembangannya.

“Sejauh ini, pengembangan Blockchain di Indonesia pun masih sangat terbatas. Dengan tingkat keamanan dan validitas data yang tinggi, Blockchain akan sangat perspektif di era industri 4.0. Satu keseluruhan akan otomasi dan digital marketing mensyaratkan adanya basis data yang sangat lengkap dan terdistribusi secara aman,” pungkasnya

Basis data ini akan dapat dibuat jika proses pencatatannya bersifat holistik selain juga tervalidasi dari sisi nilai. Oleh karena itu, Blockchain akan menjadi sangat penting untuk dapat dikuasai demi menghadapi era industri 4.0.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini