nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Canggih, Mahasiswa UNS Sulap Tulang Sapi dan Marmer Jadi Beton

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Jum'at 05 Oktober 2018 10:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 05 65 1960034 canggih-mahasiswa-uns-sulap-tulang-sapi-dan-marmer-jadi-beton-3tAww6u431.png Foto: Mahasiswa UNS (Dok UNS)

SURAKARTA – Tim Semar Solid dari fakultas teknik program studi teknik sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan inovasi teknologi beton mutu tinggi dengan menggunakan limbah marmer dan tulang sapi. Mereka adalah Adhirajasa, Yesika Azzukhruf, Panji Pramayswara Pamilih dan Farhan Nurfi Afriansyah.

Keempatnya merupakan mahasiswa yang tergabung dalam grup Semar Solid itu menciptakan sebuah beton jenis Self Compacting Concrete (SCC). SCC merupakan beton bermutu tinggi yang dapat memadat sendiri.

“Kami buat SCC (Self Compacting Concrete) yang ramah lingkungan dan kantong. Metode SCC itu bikin beton yang bisa memadat sendiri tanpa memerlukan vibrasi atau upaya lain untuk memadatkan beton,” jelas Panji yang dikutip Okezone dari website UNS, Jumat (5/10/2018).

 

Dalam metode ini, lanjut Panji, limbah marmer dan tulang sapi diolah sedemikian rupa sebagai bahan campuran dalam beton.

“Banyak limbah yang terbuang dari dua bahan tersebut, sehingga kami memanfaatkannya. Keduanya dapat membuat beton lebih cepat mengeras dan juga dapat meningkatkan kuat tekan betonnya,” terang Panji.

Yesika menambahkan, tulang digunakan dalam struktur beton karena memiliki kandungan Kalsium Oksida (CaO) yang besar. CaO sendiri merupakan komposisi terbesar dalam semen.

Begitu juga dengan marmer yang memiliki unsur kimia utama yaitu Silikon Dioksida/Silikat (SiO2), Kalsium Oksida (CaO) dan magnesium Oksida (MgO). Kandungan kimia itu sebagian terdapat dalam semen. Selain unsur kimia yang ada, marmer juga dikenal memiliki kuat tekan yang cukup tinggi

“Saat diuji, beton kami kuat tekannya mencapai 20 (Mega Pascal) pada umur 24 jam. Sekitar 41,6 persen dari kuat tekan 28 hari,” ucap Panji.

Menurut Yesika, inovasi beton mereka bisa diaplikasikan untuk pembuatan jalan. Sebab, proses pengerasan beton mereka tidak memerlukan waktu lama.

“Untuk beton biasa sekitar 3 hari baru dapat 40% kuat tekan. Punya kami cukup sehari saja,” ungkap Yesika.

 

Di samping itu, penggunaan kedua bahan ini dinilai lebih ekonomis karena dapat menghemat biaya sekitar 7,78% dari pembuatan beton dengan menggunakan material biasa.

Hasil karya tim Semar Solid itu sudah melalui serangkaian uji coba dan dilombakan dalam kompetisi inovasi beton internasional (International Concrete Competition) 2018 yang diadakan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Panji dan ketiga rekannya berhasil meraih penghargaan sebagai juara kedua dalam ajang tersebut. Penyerahan penghargaan telah dilakukan pada Sabtu 29 September 2018.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini