nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gedung Kampus Hancur, Mahasiswa Tadulako 'Migrasi' ke Unhas

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Jum'at 05 Oktober 2018 15:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 05 65 1960181 gedung-kampus-hancur-mahasiswa-tadulako-migrasi-ke-unhas-MsGvAY0lV5.jpg Foto: Mahasiswa Untad Melamar di Unhas (Dok Unhas)

JAKARTA – Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Kadarsah Suryadi menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas terganggunya proses perkuliahan di Universitas Tadulako (Untad) karena bangunan dan fasilitas Kampus Untad yang rusak parah akibat peristiswa gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah beberapa waktu yang lalu.

Kegiatan perkuliahan di Untad saat ini terpaksa harus dihentikan sementara waktu, selama proses rekonstruksi bangunan dan sistem operasi kampus Untad.

Untuk dapat membantu kelangsungan proses belajar para mahasiswa Untad, MRPTNI menginisiasi program kuliah sementara atau sit in bagi mahasiswa Untad yang sekarang sedang mengungsi di luar Palu. Mahasiswa Untad dipersilakan untuk dapat mengikuti program sit in pada prodi yang sesuai.

 Baca Juga: Pasca-Gempa & Tsunami Palu, Mahasiswa Untad Bisa Kuliah Sementara di 38 PTN

Menanggapi hal itu, Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan Ishaq Rahman menyatakan bahwa Unhas sudah membuka posko untuk pendataan awal untuk mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) yang ada di Makassar dan ingin berkuliah sementara di Unhas.

 

Tercatat hingga kemarin sore sudah lebih dari 400 pendaftar dan pagi tadi pendaftar terus berdatangan.

“Posko untuk pendataan awal mahasiswa Untad sudah dibuka di Unhas sejak 3 Oktober lalu. Hingga tadi pagi masih banyak yang daftar untuk berkuliah sementara di Unhas,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (5/10/2018).

 Baca Juga : Diterjang Gempa & Tsunami Palu, 50% Bangunan Universitas Tadulako Rusak Parah

Ishaq menjelaskan, tidak ada persyaratan khusus untuk mahasiswa Untad, lanjutnya dia hanya mengikuti sesuai koordinasi pimpinan Unhas dan pimpinan Untad.

“Mahasiswa yang akan kuliah sementara (sit in) di Unhas cukup datang melaporkan diri ke Unhas, membawa copy KTM atau KRS atau identitas apa saja yg menunjukkan mereka mahasiswa Untad,” ucapnya

 

Menurut Ishaq, Pimpinan Unhas sangat terbuka dan mendukung perkuliahan sementara ini.

“Saat ini secara internal kami sedang hitung jumlah kuota yang memungkinkan kami terima,”pungkasnya

 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini