nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan Peringatkan Bahaya Besar Cepatnya Laju Pemanasan Global

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 08:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 09 18 1961414 ilmuwan-peringatkan-bahaya-besar-cepatnya-laju-pemanasan-global-4VoAcw10FL.jpg Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim di Jenewa-Swiss. (Foto: AP)

JENEWA — Laporan terbaru oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim memperingatkan dunia memanas lebih cepat dari yang diperkirakan. Jika laju pemanasan global tidak secara drastis diturunkan, terang panel tersebut, risiko terkait iklim bagi kesejahteraan manusia, ekosistem, dan pembangunan berkelanjutan akan naik ke tingkat berbahaya serta permanen.

Ilmuwan pada Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim melaporkan pemanasan global sejak zaman praindustri sudah melampaui 1 derajat Celsius. Pada tingkat emisi gas rumah kaca saat ini, tingkat pemanasan akan mencapai 1,5 derajat dalam beberapa puluh tahun mendatang.

Laporan itu memperingatkan, kalau naik lagi menjadi 2 derajat Celsius akan meningkatkan jumlah bencana alam, mempercepat pencairan es Laut Arktik, menyebabkan pulau-pulau terendam air laut yang naik, dan tidak mungkin memproduksi cukup pangan untuk memberi makan penduduk dunia yang terus bertambah.

Sekjen Organisasi Meteorologi Dunia, Petteri Taalas, mengatakan bahwa masih ada waktu bagi orang untuk mengubah perilaku guna mencegah kenaikan emisi karbon.

"Orang yang menderita akibat perubahan iklim akan berkurang 420 juta kalau kita mampu membatasi pemanasan ke tingkat 1,5 derajat. Ada daerah-daerah tertentu di dunia yang sangat sensitif. Negara-negara kecil kepulauan, wilayah Laut Tengah dan juga Sub-Sahara Afrika, yang selama ini menderita, akan paling menderita pada masa depan," papar Taalas.

Ilustrasi pemanasan global. (Foto: NASA)

Menurut dia, tenaga surya, tenaga air, tenaga angina, dan bentuk-bentuk lain energi yang disebut ramah lingkungan akan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia mengatakan, penggunaan moda transportasi bertenaga listrik untuk publik dan pribadi seharusnya lebih ditekankan.

Ia mengatakan orang bisa membantu menyelamatkan planet ini dengan mengubah gaya hidup. Ia menunjuk pangan sebagai satu bidang yang bisa mengurangi masalah.

"Sebagai contoh, fakta bahwa kita makan begitu banyak daging berarti kita menggunakan lahan pertanian yang cukup besar untuk berternak daripada untuk memproduksi sayur mayur dan kacang-kacangan yang lebih ramah karbon," tambahnya.

Sementara badai Michael, menurut Pusat Badai Nasional, dengan kecepatan angin maksimum 120 kilometer per jam sedang bergerak menuju Kuba dan mungkin mencurahkan hujan lebat dan banjir di Florida.

Badai Michael diperkirakan bergerak ke daratan di atas Florida pada Rabu ini, kemudian bergerak melintasi bagian tenggara Amerika Serikat pada Rabu malam dan Kamis.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini