nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Uni Eropa Minta Penyelidikan yang Cepat Atas Kasus Pembunuhan Jurnalis Bulgaria

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 09:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 09 18 1961439 uni-eropa-minta-penyelidikan-yang-cepat-atas-kasus-pembunuhan-jurnalis-bulgaria-z4ZjvCaCY6.jpg Viktoria Marinova. (Foto: Reuters)

RUSE – Komisi Eropa mendesak Bulgaria untuk melakukan penyelidikan yang cepat untuk mengungkap kasus pembunuhan jurnalis Viktoria Marinova. Jasad perempuan berusia 30 tahun itu ditemukan di sebuah taman di dekat Sungai Danube pada Sabtu setelah diperkosa, dipukuli dan dicekik hingga tewas.

"Tidak ada demokrasi tanpa pers yang bebas ... Kami mengharapkan penyelidikan yang cepat dan menyeluruh untuk membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan," demikian disampaikan Komisi Eropa melalui Twitter sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (9/10/2018).

BACA JUGA: Warga Bulgaria Beri Penghormatan untuk Wartawan TV yang Diperkosa dan Dibunuh

Marinova diduga dibunuh terkait penyelidikan yang dilakukannya atas dugaan korupsi yang melibatkan dana Uni Eropa. Pada tayangan acara televisi terakhirnya, 30 September lalu, Marinova memperkenalkan dua wartawan yang sedang menyelidiki dugaan korupsi dana Uni Eropa tersebut dan mengumumkan bahwa penyelidikan serupa juga akan dilakukan oleh acara lainnya.

Meski sejauh ini belum ada kaitan pasti antara pekerjaan Marinova dengan pembunuhannya, kasus itu telah menimbulkan kemarahan publik di Bulgaria yang muak dengan korupsi yang marak terjadi dan tidak efisiennya sistem peradilan negara itu.

Pada Senin malam, warga Bulgaria mengadakan acara doa untuk memperingati kematian Marinova. Mereka meletakkan meletakkan lilin, karangan bunga mawar dan foto Viktoria Marinova di kaki sebuah monumen di Kota Ruse, kota di mana jasad jurnalis muda itu ditemukan.

“Tidak mungkin saya percaya bahwa pembunuhan ini adalah acak, pembunuhan itu terjadi hanya beberapa hari setelah pertunjukan yang menunjukkan penyalahgunaan dana besar-besaran,” kata Stoyka Panagonova, seorang warga yang hadir dalam acara doa tersebut.

Marinova menjadi jurnalis ketiga yang dibunuh di negara Uni Eropa dalam 12 bulan terakhir.

Daphne Caruana Galizia, seorang reporter investigatif terkenal di Malta, tewas ketika sebuah bom meledakkan mobilnya pada Oktober tahun lalu dan wartawan Slovakia Jan Kuciak ditembak mati pada Februari.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini