Menaker Dorong Institusi Pendidikan Tingkatkan Kualitas Calon Tenaga Kerja

Abu Sahma Pane, Okezone · Rabu 10 Oktober 2018 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 10 1 1961973 menaker-dorong-institusi-pendidikan-tingkatkan-kualitas-calon-tenaga-kerja-1LKrPXwpjq.jpg Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri. Foto: Kemenaker

BALI - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) calon tenaga kerja lewat lembaga atau institusi pendidikan. Sebab SDM yang mumpuni bisa menarik investor untuk berinvestasi di Indonesia.

"Kita gerakkan semua institusi akademik yang ada seperti universitas, lembaga pendidikan kejuruan seperti SMK, Politeknik, dan lembaga pelatihan kejuruan seperti BLK, dan LPK pemerintah/swasta/industri lainnya untuk meningkatkan kualitas SDM," ujar Menaker M Hanif Dhakiri saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Pelatihan dan Produktivitas di Bali pada Selasa (9/10/2018).

Ia juga mengatakan bahwa peningkatan kualitas SDM harus selaras dengan kebutuhan pasar kerja yang berkembang dengan cara yang positif berkat pembangunan ekonomi. Tingkat partisipasi angkatan kerja sendiri meningkat menjadi 69,20% pada Februari 2018.

"Pada saat yang sama, tingkat pengangguran kita sekarang mencapai titik terendah dalam sejarah bangsa kita, yaitu 5,13%, dan semoga akan terus turun di masa mendatang," ucapnya.

Selain itu, jumlah pekerja dengan keterampilan menengah dan tinggi juga jumlahnya terus meningkat sekitar 3% setiap tahun selama 4 tahun terakhir.

 Foto: Kemenaker

Hanif mengutip Presiden Joko Widodo yang mengatakan bahwa setelah memusatkan percepatan pembangunan infrastruktur di 2015-2017, sekarang Indonesia fokus pada pengembangan sumber daya manusia di Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan (Vocational Education and Training) di 2018-2019.

"Hal ini menstimulasi tidak hanya kementerian dan lembaga terkait untuk berpikir lebih visioner dari sebelumnya, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk lebih terlibat aktif dalam mempersiapkan supply tenaga kerja kita secara masif," tutur Hanif.

"Jadi pada intinya, saat ini dan 10-15 tahun ke depan adalah waktu yang penting bagi Indonesia agar bekerja lebih keras dan cerdas dalam memaksimalkan bonus demografi menuju negara dengan perekonomian yang kuat dengan meningkatkan kualitas SDM," tambahnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini