nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Luncurkan Kampanye Anti-Halal di Xinjiang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 10 Oktober 2018 15:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 10 18 1962115 china-luncurkan-kampanye-anti-halal-di-xinjiang-LenoBcXg5Q.jpg Foto: Reuters.

SHANGHAI – Urumqi, ibu kota dari provinsi dengan penduduk minoritas Muslim Uighur terbesar di China, Xinjiang, telah meluncurkan kampanye menentang produk halal untuk mencegah Islam untuk masuk ke dalam masyarakat yang sekuler dan menimbulkan ekstremisme.

Berdasarkan pemberitahuan yang disampaikan melalui akun WeChat pejabat Urumqi, dalam pertemuan pada Senin, pimpinan kader Partai Komunis di Urumqi telah berjanji untuk melawan “pan halalisasi” yang menuntut produk kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan pasta gigi harus diproduksi sesuai dengan aturan Islam.

BACA JUGA: PBB Klaim 1 Juta Minoritas Etnis Muslim Uighur Ditahan di Kamp-Kamp Politik China

China telah menjadi sasaran kritik keras dari kelompok hak asasi manusia dan dunia internasional karena dianggap melanggar hak-hak warga Muslim di Xinjiang dengan memberlakukan tindakan keras dan menahan jutaan warga Muslim dari wilayah itu. Beijing menolak tuduhan-tuduhan tersebut dan mengatakan tindakan mereka dilakukan untuk memberantas ekstremisme.

Surat kabar Global Times pada Rabu mengatakan bahwa “tuntutan keharusan halal akan sesuatu yang tidak bisa benar-benar halal” telah menimbulkan permusuhan dan membuat Islam dapat menembus kehidupan sosial yang sekuler.

Diwartakan Reuters, Rabu (10/10/2018), pemberitahuan WeChat tersebut menyatakan bahwa pegawai pemerintah seharusnya tidak memiliki masalah dengan makanan dan kantin kantor akan diubah sehingga pegawai bisa menikmati berbagai macam hidangan.

Pimpinan Partai Komunis di Urumqi juga mengatakan bahwa pegawai pemerintah dan anggota Partai Komunis harus memiliki keyakinan teguh pada Marxisme-Leninisme dan bukan kepada agama. Mereka juga diwajibkan berbicara dalam bahasa Mandarin saat berada di ruang publik.

BACA JUGA: Kritik Tindakan China Terhadap Minoritas Muslim, AS Pertimbangkan Jatuhkan Sanksi

Secara teori, warga China bebas menjalankan agama apa pun, tetapi mereka telah mengalami peningkatan pengawasan karena pemerintah berusaha untuk membawa ibadah keagamaan di bawah kendali negara yang lebih ketat.

Pada Agustus, Partai Komunis China telah mengeluarkan seperangkat revisi peraturan yang mengatur perilaku anggotanya. Anggota yang masih berpegang teguh pada keyakinan agama terancam dihukum atau diusir dari partai.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini