nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Tulisan Kuno Penuh Teka-Teki yang Belum Terpecahkan

Rabu 10 Oktober 2018 11:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 10 65 1961992 10-tulisan-kuno-penuh-teka-teki-yang-belum-terpecahkan-dbPm6KANA6.jpg Tulisan kuno hingga kini masih ada yang belum terpecahkan. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sejarah peradaban manusia meninggalkan naskah, kode, dan juga tulisan dengan beragam makna. Beberapa berhasil diungkap artinya oleh manusia, tetapi banyak juga yang masih misterius.

Berikut 10 tulisan kuno paling mengandung teka-teki di dunia.

Phaistos Disc

Disc Phaistos (Piringan Phaistos) adalah kepingan tanah liat bersandi yang ditemukan oleh arkeolog Italia, Luigi Pernier. Kepingan ini tepatnya ditemukan di situs Minoan, Phaistos, pada tahun 1908. Hieroglyphics, atau tulisan Mesir pada masa purbakala, yang ada pada kepingan ini, diyakini berasal dari milenium kedua SM. Beberapa akademisi yakin bahwa hieroglyphics ini serupa dengan simbol Linear A dan Linear B yang digunakan oleh nenek moyang suku Crete. Sayangnya, hingga kini, Linear A belum berhasil untuk dipecahkan.

Singapore Stone

Batu Singapura (Singapore Stone) adalah sebongkah batu pasir besar yang ditemukan di Singapura. Skrip atau naskah ini mungkin berasal antara abad 10 dan 13 dan mungkin berupa bahasa Jawa Kuno atau Sansekerta. Sayangnya, batu ini sekarang sebagian besar hancur karena pada 1843, lempengan asli batu diledakkan untuk melebarkan jalan sungai.

Isthmian

 Ditemukan di Amerika, diduga tulisan kuno yang bernama Isthmian Script ini adalah sebuah tulisan kuno Suku Mesoamerika. Isthmian Script ini adalah sebuah tulisan yang ditemukan dalam beberapa batu yang memiliki kerumitan arti. Beberapa orang ada yang bisa menerjemahkannya satu persatu kata dan juga simbol, namun ketika digabungkan tulisan ini mengandung arti berbeda sama sekali. Hal ini tentunya mengundang berbagai kebingungan dari para ahli. Namun secara garis besar bisa dikatakan bahwa tulisan ini termasuk dalam bahasa logosylabic karena dilihat dari awal kata yang menggunakan logograff cukup rumit

Jiahu

Jiahu simbol kemungkinan adalah sistem tulisan tertua yang pernah ditemukan bertanggal 6600 BCE. Dalam Jiahu hanya ada 16 karakter yang dikenal yang ditemukan di situs zaman batu China. Simbol memiliki beberapa kesamaan asal-usul visual dengan skrip China setelahnya, yaitu ukiran tulang oracle (tulisan yang diukir pada tulang binatang). Kemungkinannya Jiahu bukanlah sebuah teknis tulisan, melainkan lebih kepada proto-tulisan atau hanya gambar dasar.

Olmec

Hanya ada satu contoh dari script yang diyakini terkait dengan Kekaisaran Olmec dan itu adalah blok Cascajal bertanggal milenium pertama SM. Script ini ditemukan dalam tumpukan puing-puing di sebuah lokasi bangunan. Blok memiliki 62 glyphs di atasnya, beberapa di antaranya tampaknya adalah tanaman lokal. Sayangnya, dengan korpus kecil seperti ini, sangat sulit memahami arti tulisan scripts. Tanpa informasi tambahan, orang sah sah saja mengatakan bahwa skrip ini adalah palsu atau hoax.

Indus Script

Seperti namanya, tulisan kuno satu ini adalah sebuah tulisan kuno yang berasal dari Sungai Indus di India. Bernama Indus Script, tulisan kuno ini memiliki berbagai simbol dan penulisan sangat sulit diterjemahkan oleh banyak ahli karena minimnya tulisan pembanding. Namun bisa dikatakan bahwa tulisan ini berasal dari suku Dravida di Indus yang saat itu sedang mengalami perkembangan cukup pesat.

Southwest Paleohispanic Script

Dari awal ditemukan tulisan inipun sudah mengundang banyak sekali perdebatan antara para ahli. Southwest Paleohispanic Script ini ditemukan di bagian barat daya Spanyol dimana ada sekitar 100 batu yang memiliki tulisan kuno in. Hal ini tentunya terus diteliti hingga akhirnya saat ini belum ada yang mengetahui arti tulisan kuno ini. Sebagian ahli mengatakan bahwa ini adalah tulisan untuk batu nisan, dan yang lainnya mengatakan bahwa tulisan ini berisi beberapa simbol yang memiliki arti berbeda.

Voynich Manuscript

Voynich Manuscript adalah buku setebal 240 halaman yang hingga kini tidak diketahui asal usulnya. Para ahli memperkirakan buku ini ditulis antara tahun 1404 hingga 1438. Namun, mereka belum mengetahui siapa penulis dan apa alasan buku ini ditulis. Voynich Manuscript ditulis dengan bahasa asing dan dilengkapi dengan gambar-gambar tanaman aneh. Ada banyak teori yang memperkirakan asal usul serta fungsi Voynich Manuscript. Beberapa percaya bahwa buku ini adalah farmakope, yakni buku standar obat yang menguraikan bahan obat-obatan sekaligus khasiatnya.

Linear A

Linear A atau disebut juga Minoan, adalah bentuk tulisan yang tak bisa ditafsirkan artinya hingga saat ini. Tulisan yang berisi ratusan simbol ini dulunya digunakan oleh peradaban Aegean sekitar tahun 1850 SM hingga 1400 Sebelum Masehi. Pasangannya, yakni Linear B, telah berhasil diartikan pada tahun 1950an dan diketahui sebagai bentuk tulisan awal dari bahasa Yunani. Tapi hingga hari ini, Linear A masih menjadi misteri.

Rongorongo

Rongorongo adalah sebuah sistem penulisan misterius yang ditemukan dalam berbagai artefak di Pulau Paskah. Banyak orang yang percaya bahwa rongorongo mewakili sistem dari tulisan atau proto-tulisan yang mewakili satu dari sekitar tiga atau empat penemuan mengenai asal mula tulisan yang diproduksi manusia.

Tulisan Kuno Asal Indonesia

Aksara Abugida (Batak)

Surat Batak adalah sebuah jenis aksara yang disebut abugida, jadi merupakan sebuah perpaduan antara alfabet dan aksara suku kata. Setiap karakter telah mengandung sekaligus konsonan dan vokal dasar. Vokal dasar ini adalah bunyi /a/. Namun dengan tanda diakritis atau apa yang disebut anak ni surat dalam bahasa Batak, maka vokal ini bisa diubah-ubah.

Aksara Lampung

Aksara Lampung memiliki hubungan dengan aksara Pallawa dari India Selatan. Jenis tulisannya fonetik bersuku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam huruf Arab, dengan menggunakan tanda-tanda fathah pada baris atas dan tanda-tanda kasrah pada baris bawah, tetapi tidak menggunakan tanda dammah pada baris depan, melainkan menggunakan tanda di belakang, di mana masing-masing tanda mempunyai nama tersendiri. Konon, dulunya gadis-gadis asli Lampung memiliki kemampuan memikat lawan jenisnya dengan mantra-mantra pengasih yang dituliskan di atas media kulit kayu.

Huruf Incung dan Rancong Kerinci (Jambi)

Dalam Tambo Kerinci yang disalin oleh Dr. Voorhoede, R. Ng. Dr. Purbacaraka, H. Veldkamp Conteleur BB, Ny. M.C.J Voorhoeve Bernelet Meens, kita temui bahwa hampir setiap benda pusaka terdapat tulisan Incung seperti yang ditemukan pada 87 buah tanduk sapi dan kerbau, 24 buah pada ruas buluh (bambu), 4 buah tabung buluh, 8 buah kertas gulungan, 3 daun lontar atau pada kulir kayu (daluang), beberapa tulisan pada mangkuk, tapak kaki gajah, tulang dan pecahan barang keras lainnya. Benda pusaka itu bisa dilihat ketika penyimpanannya secara adat diturunkan pada saat perhelatan akbar, seperti Kenduri Sko (Kenduri Pusaka).

Aksara Jawa kuno (Hanacaraka)

Hanacaraka atau dikenal dengan nama carakan atau cacarakan adalah aksara turunan aksara Brahmi yang digunakan untuk naskah-naskah berbahasa Jawa, bahasa Madura, bahasa Sunda, bahasa Palembang, dan bahasa Sasak). Aksara Jawa modern adalah modifikasi dari aksara Kawi dan tergolong aksara abugida. Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili 2 buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata “hari”. Aksara Na yang mewakili dua huruf yakni N dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata “nabi”.

Aksara Bali

Aksara Bali adalah aksara tradisional masyarakat Bali. Aksara Bali merupakan suatu abugida yang berpangkal pada huruf Pallawa. Aksara ini mirip dengan aksara Jawa. Perbedaannya terletak pada lekukan bentuk huruf. Aksara Bali berjumlah 47 karakter, 14 di antaranya merupakan huruf vokal (aksara suara). Huruf konsonan (aksara wianjana) berjumlah 33 karakter. Aksara wianjana Bali yang biasa digunakan berjumlah 18 karakter. Juga terdapat aksara wianjana Kawi yang digunakan pada kata-kata tertentu, terutama kata-kata yang dipengaruhi bahasa Kawi dan Sanskerta.

Aksara Bugis (Lontara)

Lontara adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar atau lebih luas sebutan naskah bagi rakyat Sulawesi Selatan. Kata ini diambil dari lontar atau palem tal (Borassus flabellifer). Dengan begitu, lontaraq adalah naskah yang ditulis pada daun tal, tradisi yang juga dilakukan oleh orang Sunda, Jawa, dan Bali dalam menulis naskah.

Aksara Rejang (Bengkulu)

Aksara Rejang dikenali sebagai nama tempatan Surat Ulu, ialah satu abugida keluarga tulisan Brahmi, dan berkait dengan aksara-aksara lain di kawasan itu, seperti aksara batak, aksara Bugis dan lain-lain. Aksara Rejang adalah ahli kepada kumpulan aksara-aksara Surat Ulu berkait rapat yang mengandungi varians aksara Bengkulu, Lembak, Lintang, Lebong dan Serawai. Aksara itu digunakan sebelum kedatangan Islam ke kawasan Rejang; dokumen terawal yang menjadi bukti adalah bertarikh pertengahan kurun ke-18M.

Aksara Kaganga (Sunda)

Aksara Sunda masuk dalam kategori unik yang dikemudian disebut aksara Kaganga. Menurut penelitian, ada beberapa macam huruf yang digunakan oleh orang Sunda pada zamannya. Pertama adalah huruf Kaganga kuno, kedua adalah huruf Kaganga modern yang merupakan huruf Sunda aslinya, ketiga adalah huruf Brahmi Pra Asoka, dan keempat adalah huruf Brahma Masa Asoka yang berasal dari India. (Koran Sindo)

 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini