nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru Besar IPB Yang Digugat Rp500 Miliar akan Dilindungi Rektorat

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Rabu 10 Oktober 2018 12:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 10 65 1962016 guru-besar-ipb-yang-digugat-rp-500-miliar-akan-dilindungi-rektorat-ygtkmLD5vP.jpg Rektor IPB Arif Satria (Foto: Okezone)

BOGOR - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria akan melindungi saksi ahli Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Profesor Bambang Hero Saharjo dalam penanganan Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Rokan Hilir, Riau.

"Kami akan melindungi dosen yang sedang menjalankan tugas sebagai saksi ahli dalam membela negara," kata Arif, Selasa (9/10/2018).

Baca Juga: Menristekdiktik Ingatkan Perguruan Tinggi Harus Bebas Korupsi

Menurut Arif, dosen IPB itu yang sedang menjalankan tugas ebagai saksi ahli dalam membela negara. Kriminalisasi terhadap saksi ahli di pengadilan adalah langkah yang sama sekali tidak tepat dan merusak tatanan penegakan hukum.

"Bila setiap saksi ahli bisa dikriminalisasi maka saya yakin tidak akan ada orang yang bersedia menjadi saksi ahli, dan kalau ini terjadi maka akan makin mempersulit hakim dalam mengambil putusan," tuturnya.

Negara, lanjut Arif, seharusnya melindungi para dosen yang menjadi saksi ahli, lebih-lebih saksi ahli dalam membela negara. Perlindungan kepada dosen harus makin diperkuat, salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Perlindungan dosen dan guru sebagai implementasi UU Dosen dan Guru.

Baca Juga: Mahasiswa IPB Ciptakan Aplikasi Belanja Online untuk Tunanetra

Meski sebenarnya perlindungan untuk saksi ahli dalam kasus lingkungan sudah ada, seperti Pasal 66 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata. Juga, pada Pasal 76 UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan," jelas Arif.

"Jadi, pelapor dan informan tidak dapat dituntut secara hukum, baik pidana maupun perdata atas laporan dan kesaksian yang akan, sedang, atau telah diberikannya," tutupnya.

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Bambang Hero Saharjo digugat oleh PT JJP saat keahliannya digunakan untuk memperjuangkan hak rakyat terhadap lingkungan bersih dan sehat. PT JJP sendiri dihukum Rp 500 miliar karena membakar hutan di Rokan Hilir, Riau.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini