nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Protes Gaji dan Standar Hidup Rendah, Ratusan Tentara Ethiopia Gelar Demonstrasi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 15:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 11 18 1962652 protes-gaji-dan-standar-hidup-rendah-ratusan-tentara-ethiopia-gelar-demonstrasi-f6W14kOT46.jpg Foto: AP.

ADDIS ABABA – Ratusan tentara Ethiopia menggelar demonstrasi di kantor perdana menteri di Ibu Kota Addis Ababa pada Rabu untuk menyampaikan keluhan mereka atas gaji dan standar hidup yang rendah. Mereka ditemui oleh Perdana Menteri (PM) Abiy Ahmed yang berjanji akan kembali bertemu dengan para tentara untuk mempertimbangkan tuntutan tersebut.

"Pasukan keamanan khusus yang berbasis di sekitar Addis Ababa, yang baru saja kembali dari tugas di tempat lain, ingin bertemu dengan saya," kata Abiy kepada stasiun ETV sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (11/10/2018).

“Mereka mengatakan mereka berdarah dan mati untuk negara mereka tetapi mereka dilihat sebagai tentara musuh. Mereka mengatakan gaji dan standar hidup mereka rendah. Kecuali masyarakat mendukung mereka, mereka mengatakan mereka akan terus kesulitan.”

ETV melaporkan, pertemuan antara para tentara dengan PM Abiy diakhiri dengan “sebuah kesepakatan”, tetapi tidak memberikan penjelasan lebih detail. Selain meminta kenaikan gaji, para tentara itu juga meminta sang PM untuk “mengkaji ulang struktur dan cara-cara kerja militer”.

Stasiun televisi itu juga melaporkan bahwa para tentara tengah menjalankan sebuah misi di Burayu, sebuah kota di wilayah Oromiya yang berbatasan dengan ibu kota Addis Ababa, selama beberapa pekan terakhir menyusul terjadinya kekerasan etnis di sana bulan lalu.

Aksi para tentara itu sempat menyebabkan pemerintah mematikan sambungan internet selama tiga jam pada Rabu siang guna mencegah beredarnya berita-berita palsu melalui media sosial.

PM Abiy yang menjabat sejak April lalu telah menjanjikan reformasi di tubuh pasukan keamanan Ethiopia. Politikus muda itu juga menyatakan akan mendorong demokrasi dan sistem multi partai.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini