nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Napi Kabur di Palu dan Donggala Diultimatum untuk Serahkan Diri

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 17:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962729 napi-kabur-di-palu-dan-donggala-diultimatum-untuk-serahkan-diri-qr9JNSmNFF.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manunsia (Kemenkumham) dan Polri mengultimatum para narapidana (napi) yang masih kabur dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Palu dan Kabupaten Donggala pascagempa untuk segera menyerahkan diri sebelum dimasukan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sampai saat ini, tercatat ada 1.602 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau napi yang masih melarikan diri usai peristiwa bencana alam tersebut.

"Terhadap seluruh warga binaan Lapas, LPKA, Rutan dan cabang rutan diberikan batas waktu sampai tanggal 16 Oktober 2018 agar kembali melapor untuk menjalani sisa masa penahanan, bila tidak melapor maka akan dibuatkan DPO," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo dikantornya, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

(Baca Juga: 1.602 Napi Belum Kembali Pasca Gempa dan Tsunami Hantam Palu-Donggala)

Dedi mengungkapkan, data terbaru napi yang masih melarikan diri. Pada Lapas Klas II A Palu yang kabur sebanyak 647, sedangkan sudah kembali ke tahanan 27 orang. Kemudian, di LPKA Klas II Palu, yang masih belum lapor sebanyak 28 napi, dan yang sudah kembali hanya satu orang.

 Ilustrasi

Lalu, LPP Klas III Palu dari total warga binaan sebanyak 87 orang, tidak ada satupun yang kembali ke dalam Lapas. Selanjutnya, Rutan Klas IIA Palu yang masih melarikan diri sebanyak 447 napi dan yang sudah kembali hanya 18 orang.

Setelah itu, Rutan Klas IIB Donggala, napi yang masih melarikan diri sebanyak 333 orang dan kembali ke Rutan hanya sembilan orang. Lalu, Rutan Parigi, yang masih melarikan diri 60 orang dan 177 di antaranya telah mendekam di balik sel.

"Dengan demikian jumlah warga binaan yang di luar atau melarikan diri sebanyak 1.602 orang," ucap Dedi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini