nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

121 Pelaku Penjarahan Ditangkap Polisi Usai Gempa di Palu

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 18:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962755 121-pelaku-penjarahan-ditangkap-polisi-usai-gempa-di-palu-3tSlS6ZSXs.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, jajarannya telah menangkap 121 pelaku penjarahan di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) usai bencana alam gempa bumi dan tsunami.

"Sampai dengan hari ke-13 pascabencana Polres Palu mengamankan sebanyak 121 tersangka penjarahan atau pencurian," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Dedi menjelaskan, terbaru pihaknya telah menangkap 20 orang pelaku pencurian tersebut. Penangkapan itu, dilakukan di beberapa tempat, untuk lima tersangka dibekuk di lokasi SPBU Jalan Cumi-Cumi Palu dengan inisial S, A, SN, Y, R.

"Barang bukti berupa uang tunai Rp5.000.000, satu mesin ATM, Linggis, Betel. Pelaku merupakan warga Palu yamg terindikasi spesialis pembobol mesin ATM," tutur Dedi.

(Baca Juga: 1.602 Napi Belum Kembali Pasca Gempa dan Tsunami Hantam Palu-Donggala)

Pascagempa dan tsunami Palu

Sementara itu, pelaku lainnya diciduk di kompleks pergudangan Jalan Soekarno-Hatta, Palu. Operasi itu polisi menangkap 15 orang pelaku.

"Bersama pelaku telah diamankan barang barang hasil jarahan yang saat ini disita kepolisian berupa, atap seng, tegel keramik, triplek, beberapa karung cengkeh dan coklat serta satu unit mobil pick up," ujar Dedi.

Dedi menekankan, kepada para pelaku akan dikenakan hukuman paling berat. Mengingat, kejahatan dilakukan ketika suasana bencana alam.

"Terhadap seluruh pelaku diancam Pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman minimal 7 tahun karena ada hal yang memberatkan yaitu dilakukan saat terjadi bencana," tutup Dedi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini