nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Tangkap Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif Terkait Kasus Penipuan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 18:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962764 polri-tangkap-ketua-dprd-samarinda-alphad-syarif-terkait-kasus-penipuan-4OGnnCvc4o.jpg Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua DPRD Samarinda, Kalimantan Timur, Alphad Syarif, ditangkap polisi terkait kasus penipuan dan penggelepan. Politikus Partai Gerindra itu diciduk usai kembali dari Singapura di Bandara Soekarno-Hatta.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, penangkapan itu lantaran sudah dua kali Alphad mangkir dari pemanggilan penyidik Bareskrim Polri. Oleh karena itu, kata Setyo, saat ini, Alphad dilakukan penahanan di Mabes Polri.

(Baca Juga: Tanggapan Polri soal Pengajuan Praperadilan Ketiga Bos Gula) 

"Penyidik mencari informasi, ternyata yang bersangkutan ada di Singapura. Ketika kembali dari Singapura dilakukan surat perintah penangkapan untuk membawa, yang bersangkutan ditahan di Mabes Polri," ucap Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

PenangkapanIlustrasi Penangkapan (foto: Shutterstock) 

Setyo menuturkan, pelaporan terhadap Alphad tertuang dalam LP B 1105/XI/2016/Bareskrim tanggal 3 November dengan pelapor Haji Adam Malik. Ia dilaporkan terkait perkara penipuan dan penggelapan.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Ditipiter) Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran menjelaskan, dalam perkara ini Alphad sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia menjelaskan, pihaknya mengetahui kepulangan Alphad dari Singapura setelah memperoleh informasi imigrasi dan data manifes maskapai penerbangan Jet Star.

(Baca Juga: Kasus Berkas Lengkap, Ketua Kadin Bandara Soetta Segera Disidang) 

Setelah mengetahui adanya informasi itu, kata Fadil, jajarannya langsung bergegas menuju ke Bandara Soekarno-Hatta dan langsung melakukan penahanan terhadap tersangka. "Kemudian tim melakukan penangkapan bekerja sama dengan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta dan Polres Bandara. Saat ini tersangka dilakukan penahanan dan untuk berkas perkara sudah dikirim tahap 1 ke JPU," tutup Fadil.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini