nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cabuli Anak Majikan, Pegawai Toko Ternyata Sudah Beraksi 2 Kali

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 23:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 11 338 1962810 cabuli-anak-majikan-pegawai-toko-ternyata-sudah-beraksi-2-kali-37HTuq3Fdh.jpg Ilustrasi Foto/Okezone

DEPOK – Pegawai toko sudah dua kali mencabuli anak majikannya yang berumur 3 tahun.

Ini disampaikan Djahrudin (58), Ketua RT di Kampung Banjaran Pucung, Depok.

"Saya datang pelaku sudah berdarah dipukulin. Saya tanya, sudah berapa kali? Ternyata pelaku ngaku sudah dua kali melakukan aksi bejat itu," kata Djahrudin di rumahnya, Kamis (11/10/2018).

Menurutnya, orang tua korban ZA baru saja mengontrak rumah untuk dijadikan warung sembako selama dua bulan. Sementara pelaku BS (15) tinggal dan bekerja dengan korban dalam satu kontrakan tersebut. Mereka pun belum tercatat sebagi warga sekitar lantaran belum melapor kepada ketua RT setempat.

"Keluarga korban dan pelaku tinggal dalam satu atap, mereka baru dua bulan tinggal. Setau saya pelaku tetangga orang tua korban kampung halamannya di Desa Panyabungan III, Mandaling Natal, Sumatera Utara," ungkapnya.

BS babak belur dihakimi warga karena melakukan tindakan cabul terhadap ZA pada Rabu 10 Oktober 2018 sekira pukul 20.30 WIB.

Paur Humas Polresta Depok Ipda I Made Budi mengatakan, kejadian berawal ketika orang tua korban U (31) dan N (25) menyuruh pegawai tokonya untum membuatkan kopi di dapur. Sedangkan ibu korban N menjaga warung dan ayah korban sedang ngobrol dengan tetangga di depan warung.

"Ibu korban curiga karena (pelaku) lama enggak balik lagi. Disusul ke dalam, ternyata ibu korban melihat pelaku sedang melakukan asusila terhadap korban yang sedang tidur, dan sontak berteriak dan didengar ayah korban," ucap Made kepada Okezone, Kamis (11/10/2018).

Mendengar teriakan, ayah korban masuk ke dalam dan langsung memukul pelaku berkali-kali dan berteriak hingga mengundang perhatian warga sekitar. Warga pun berkumpul kemudian pelaku dikeoryok massa.

"Beruntung ada warga yang menghubungi aparat setempat dan langsung mengamankannya ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) polresta Depok," imbuhnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini