nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Narkoba Dikendalikan Napi di Bekasi

Wijayakusuma, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 20:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 11 338 1962838 polisi-bongkar-sindikat-pengedar-narkoba-dikendalikan-napi-di-bekasi-mo8vZI6CLM.jpg Polisi bongkar pengedar narkoba jaringan napi (Foto: Wijayakusuma)

BEKASI - Praktik peredaran narkoba di sejumlah daerah di Tanah Air masih terbilang masiv. Kondisi ini tentunya sangat mengkhawatirkan, terlebih jika melihat fakta, bahwa masih banyak peredaran narkoba yang dikendalikan oleh narapidana dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Seperti kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap Sat Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi. Sedikitnya lima tersangka berhasil diringkus, bersama dengan barang bukti 36,5 kilogram ganja kering dan dua buah paket sabu seberat 2 gram. Tersangka mengaku jika seluruh barang haram tersebut dikendalikan oleh (ES), seorang bandar yang merupakan narapidana di Lapas Cipayung Bekasi.

Penangkapan sendiri berawal dari informasi masyarakat, yang menyebutkan bahwa lokasi di sekitar Jalan Toyo Giri, Desa Jati Mulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sering digunakan sebagai tempat transaksi narkoba.

Polisi bongkar pengedar narkoba jaringan napi

Polisi kemudian melakukan penyelidikan di sekitar lokasi dan menangkap tersangka S bersama barang bukti, dua paket sabu seberat 2 gram dan 4,5 kilogram ganja. Usai penangkapan, polisi melanjutkan dengan menggeledah kediaman S di Gang Poncol RT 04 RW 05, Jatimulya, Tambun Selatan.

"Setelah kita kembangkan lagi di dalam rumahnya, kita geledah dan didapatkan barang bukti ganja kering seberat 32 kilogram yang siap diedarkan di daerah Bekasi. Per kilogram dijual tersangka sebesar Rp4 juta," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara, saat gelar kasus tersebut, Kamis (11/10/2018).

Dari keterangan S, seluruh sabu dan ganja yang diedarkannya, dikendalikan langsung oleh ES yang saat ini mendekam di Lapas Cipayung. ES sendiri dikatakan memiliki beberapa kaki tangan untuk mengedarkan barang haram tersebut.

"Ternyata semua ini dikomandani oleh seseorang yang berada di dalam lapas. Orang ini juga punya kaki-kaki yang melakukan peredaran. Salah satunya berinisial S alias Cakil yang kita amankan melalui anggota yang menyamar. S alias Cakil sebelumnya sudah menjual ganja seberat 11 kilogram," akunya.

"Ada beberapa orang juga yang sedang kita kejar terkait dengan sindikat ini. Pengakuan tersangka berkaitan juga dengan salah satu lapas di daerah Lampung. Ganja didapat dari daerah Lampung. Dan kita akan terus berupaya mengembangkan jaringan ini," paparnya.

Polisi bongkar pengedar narkoba jaringan napi 

Menurut Candra, ganja dikirim kepada tersangka S, menggunakan jasa pengiriman yang berada di Jakarta. Sebelum dikirim, ganja tersebut dibungkus terlebih dulu dengan styrofoam yang biasa digunakan membungkus ikan. Untuk mengelabui pihak jasa pengiriman, tersangka berdalih barang tersebut adalah perabot rumah tangga.

"Karena itu, terkait kasus ini kita sudah kerjasama dengan beberapa perusahaan ekspedisi. Dan nanti setiap ada barang mencurigakan, mereka akan menghubungi kita," tegasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka diancam dengan Pasal 14 Ayat (1) subsider 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009.

"Hukuman kurang lebih di atas 20 tahun, dan denda Rp10 miliar atau hukuman mati," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini