nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SMA 87 Nonaktifkan Guru yang Diduga Doktrin Murid untuk Benci Jokowi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 22:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 11 338 1962880 sma-87-nonaktifkan-guru-yang-diduga-doktrin-murid-untuk-benci-jokowi-GBU6XV916r.jpg SMA 87 Jakarta. (Foto: Ist)

JAKARTA – Kepala SMA 87 Jakarta, Patra Patiah, mengatakan telah menonaktifkan guru berinisial NK yang diduga melakukan doktrin kepada murid-muridnya untuk membenci Presiden Joko Widodo (Jokowi). Adapun surat penonaktifan yang bersangkutan langsung ditandatangani oleh dirinya.

"Per hari ini, 11 Oktober 2018, saya menandatangani surat pernyataan untuk menonaktifkan yang bersangkutan mengajar," ujar Patra kepada awak media di SMA 87 Jakarta, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2018).

(Baca juga: Guru NK Doktrin Murid Benci Jokowi, Anies: Berhentikan Mengajar!)

Ia pun membeberkan alasan merumahkan NK. Patra menjelaskan, guru yang sehari-harinya mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam itu mengalami tekanan psikis akibat kasus yang menyorotnya sebagai tokoh utama tersebut.

"Beliau terganggu dengan kasus ini, tekanan secara psikis," imbuh Patra.

Ia mengungkapkan, setelah guru NK selesai menjalani pemeriksaan dari berbagai pihak, termasuk Bawaslu, kepolisian, dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, kemudian secara fisik dan psikis sudah siap, dia bakal diizinkan kembali untuk mengajar.

SMA 87 Jakarta. (Foto: Ist)

Sebagaimana diberitakan, guru NK dikabarkan mengumpulkan muridnya di masjid dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Kemudian ia menyebut banyak korban bergelimpangan akibat gempa dan merupakan salah Jokowi.

(Baca juga: Ditanya Bawaslu, Guru SMA 87 Bilang "Mana Buktinya Saya Jelek-jelekan Jokowi?")

NK kemudian meminta maaf kepada Jokowi melalui secarik surat pernyataan yang diketik oleh dirinya dan ditandai tanda tangan di atas materai Rp6.000.

"Sebagai manusia yang tidak luput dari khilaf dan salah, dengan hati yang tulus saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa dirugikan dengan kejadian ini, khususnya kepada Bapak Presiden Jokowi yang terbawa-bawa dalam masalah ini, dan juga kepada teman-teman wartawan. Saya berjanji akan lebih berhati-hati di masa yang akan datang, agar ucapan dan tindakan saya tidak menyinggung siapa pun," tulisnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini