Kampanye di Institusi Pendidikan Dilarang, Kubu Jokowi Siap Taat Aturan asal Adil

Bayu Septianto, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 21:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 11 605 1962807 kampanye-di-institusi-pendidikan-dilarang-kubu-jokowi-siap-taat-aturan-asal-adil-NcOytQPGZK.jpg Maman Imanulhaq (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin siap untuk mematuhi aturan yang tak membolehkan melakukan kampanye di lembaga pendidikan seperti sekolah, kampus dan pesantren.

Namun, TKN Jokowi-Ma'ruf juga meminta ketegasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam mengawasi kampanye di setiap kubu pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres).

"Kalau itu jadi regulasi yang kita harus patuhi secara bersama ya kita patuhi bahwa tidak boleh ada kampanye bahwa itu di pesantren apalagi kampus dan lain sebagainya. Tetapi, Bawaslu harus tegas. Jadi, jangan sampai ada satu kubu diuntungkan atau kubu lain dirugikan," ujar Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf, Maman Immanulhaq di Media Center Jokowi-Ma'ruf, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

(Baca Juga: Ditanya Bawaslu, Guru SMA 87 Bilang "Mana Buktinya Saya Jelek-jelekan Jokowi?")

Ketegasan Bawaslu, menurut Maman, diperlukan salah satunya agar kehadiran Jokowi sebagai presiden tidak menjadi celah bagi kubu lawan untuk menyerang pasangan Jokowi-Ma'ruf.

 Jokowi-Ma'ruf Amin

Sehingga, Maman mengingatkan baik Bawaslu maupun KPU sebagai penyelenggara Pemilu memberikan definisi yang jelas antara kampanye dengan sosialisasi yang dilakukan Jokowi sebagai presiden.

"Rambu-rambunya pun harus dijelaskan tidak ada kampanye, definisi kampanye juga harus dijelaskan beda dengan sosialisasi dia (Jokowi) sebagai seorang presiden," jelasnya.

Politikus PKB itu menambahkan kubu Jokowi-Ma'ruf juga tak mempermasalahkan bila cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno yang sering berkunjung ke kampus-kampus dalam rangka sosialisasi dan pelatihan bisnis bagi mahasiswa.

"Sebenarnya tidak menjadi masalah kan ketika Sandi datang ke kampus untuk acara-acara misalnya pelatihan bisnis dan sebagainya asal tidak cerita tiba-tiba pilih nomor dua, enggak usah lah kayak gitu," ucap Maman.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini