Polri Diimbau Lebih Fokus Amankan Pemilu Serentak 2019

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 22:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 11 605 1962881 polri-diimbau-lebih-fokus-amankan-pemilu-serentak-2019-ETeazt2Xyc.jpg Ilustrasi. Foto: Regita/Okezone

JAKARTA - Polri diimbau lebih fokus untuk melakukan penjagaan dan pengamanan perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019 mendatang. Pasalnya, hal tersebut jauh lebih penting dibandingkan terpecah dengan permasalahan lainnya yang berkembang dewasa ini.

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Agus Mulyono Herlambang menyebut, aparat kepolisian harus lebih bisa memprioritaskan acara besar lainnya yang berlangsung di Indonesia.

"Polri tetap fokus saja pada hal-hal yang membutuhkan perhatian dari Polri yang diperlukan oleh bangsa seperti pengamanan Asian Para Games, pertemuan IMF World Bank di Bali, migitasi gempa NTB (Nusa Tenggata Barat), Palu dan sekitarnya. Dan yang terpenting adalah pengamanan tahapan Pileg (Pemilihan Legislatif) dan Pilpres (Pemilihan Presiden)," kata Agus saat ditemui Okezone di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Foto: Okezone/Heru Haryono

Agus juga mengimbau kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, lembaga antirasuah harus lebih fokus untuk mengusut kasus korupsi dibandingkan terpecah dengan isus-isu liar yang belakangan ini berkembang.

Agus menyebut, kerjasama semua pihak untuk menciptakan iklim yang kondusif sangat diperlukan saat ini, untuk mengantisipasi iklim politik yang semakin memanas.

Baca: Kampanye di Institusi Pendidikan Dilarang, Kubu Jokowi Siap Taat Aturan asal Adil

Baca: Pihak Jokowi Anggap Kubu Prabowo Bentuk Opini Sedang Dizalimi

Menurutnya, salah satu upaya sederhana dalam mengantisipasi kondisi tersebut adalah berhati-hati dalam mencerna dan menyebarluaskan informasi yang beredar.

"PMII meminta KPK dan Polri untuk fokus melaksanakan tugas pokoknya masing-masing," ujarnya.

Foto/Sindonews

Di sisi lain, Agus mengimbau kepada semua pihak yang terlibat dalam isu-isu yang berkembang tapi belum tentu kebenarannya harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Selain itu, dia meminta masyarakat agar lebih teliti dan tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.

"Kami mengimbau semua pihak agar tidak menyampaikan berita-berita yang belum jelas. Karena berita-berita seperti itu justru akan semakin memperkeruh suasana dan menimbulkan kegelisahan di mana-mana," tutup dia.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini