nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inovasi Prodi Baru PTN Masih Minim

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 11:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 11 65 1962560 inovasi-prodi-baru-ptn-masih-minim-NbWFs5UhdI.png Ilustrasi: Foto Shutterstock

Sementara Presiden Jokowi mengatakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa implikasi besar dalam berbagai sendi kehidupan. Adanya hal tersebut harus segera direspons oleh perguruan tinggi secara cepat.

“Yang pasti harus direspons secara berbeda oleh perguruan tinggi. Jangan kita terjebak pada zona nyaman yang tahu ada perubahan tapi tidak cepat merespons dari perubahan-perubahan yang ada,” katanya.

Jokowi mengatakan sudah lebih dari tiga tahun terus mendorong agar perguruan tinggi beradaptasi dengan perubahan yang ada. Salah satunya penyesuaian program studi yang ditawarkan perguruan tinggi di Indonesia yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Sangat mengherankan jika zaman sudah berubah tapi fakultas dan program studi tidak banyak berubah. Ini sudah tiga tahun saya ulang-ulang. Saya tunggu sebelum saya mengeluarkan kebijakan yang drastis. Saya tunggu bapak/ibu (pimpinan perguruan tinggi) sekalian untuk merespons ini,” tegasnya.

Dia mencontohkan sejumlah respons yang diberikan perguruan tinggi internasional untuk menghadapi perubahan lanskap ekonomi global. Misalnya saja Kent State University di Ohio, Amerika Serikat, telah menyediakan program Manajemen Perhotelan dan Pariwisata di tingkat master dengan penekanan pada implikasi regional, nasional hingga global dalam industri di lapangan. Bahkan ada pula universitas yang membuka program studi khusus game. 

“Di University of Southern California ada juga game studies. Kita harus mengerti sekarang ini anak-anak muda senang esport, senang mobile legend, dan itu mendatangkan income yang besar,” tuturnya.

Jokowi menegaskan, jangan sampai ada perguruan tinggi yang tidak mau menghapus prodi-prodi yang telah usai. Perguruan tinggi harus mampu membuat inovasi prodi baru. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun meminta agar perguruan tinggi terbuka mengenai apa saja yang menjadi kendala.

“Dunia sudah berubah seperti ini dan sulit bangun fakultas dan prodi baru. Tidak ngerti ini ekosistem di perguruan tinggi atau di kementerian. Atau di dua-duanya. Bisa duaduanya, kita blak-blakan saja kalau sudah begini. Blak-blakaan sajalah. Saya senang kok blakblakan begini,” ujarnya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini