nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PVMBG Beberkan Penyebab Wilayah Indonesia Rawan Gempa

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 06:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 12 337 1962939 pvmbg-beberkan-penyebab-wilayah-indonesia-rawan-gempa-WMX8Ti8iWC.jpg Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan hampir seluruh wilayah Indonesia sangat rentan dengan bahaya bencana gempa bumi. Hal itu sebagaimana dijelaskan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi PVMBG Sri Hidayati.

Ia mengatakan bahwa wilayah Indonesia merupakan pertemuan tiga lempeng tektonik sehingga membuat kawasan Tanah Air sangat aktif dengan gempa bumi.

"Jadi posisi Indonesia ini itu ada di pertemuan lempengan (tektonik) Eurasia, Lempengan Pasifik, dan Lempenga Indo-Australia. Lempeng itu ketemu di wilayah Indonesia," kata Sri kepada Okezone, Jumat (12/10/2018).

(Baca juga: Gempa Situbondo: 246 Rumah Rusak, 1 di Antaranya Rata dengan Tanah)

Tidak hanya gempa bumi yang sering menguncang Indonesia, pertemuan lempangan tersebut juga menyebabkan seringnya terjadi erupsi dan tsunami.

"Jadi Indonesia bukan hanya rawan terhadap bencana gempa bumi, gunung erupsi, dan tsunami. Jadi, lempeng itu yang menyebabkan gempa," ungkapnya.

Gempa Situbondo. (Foto: Ist)

Sri membeberkan pertemuan lempengan tersebut dapat digambarkan dari barat Pulau Sumatera yang merupakan zona pertemuan lempengan Eurasia dan lempengan Indo-Australia. Selanjutnya ke wilayah Selatan Pulau Jawa, selatan Pulau Bali, selatan Pulau NTT itu pertemnuan Lempeng Pasifik.

"Yang paling rawan itu peta ada. Jadi, daerah pertemuan lempeng itu dari zona dari barat Sumatera itu zona pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia terus ke bawah selatan Jawa, selatan Bali, dan selatan NTT (Laut Jawa) itu kan zona pertemuan itu," paparnya.

(Baca juga: Sebuah Masjid di Probolinggo Rusak Diguncang Gempa Situbondo 6,3 SR)

Namun dari adanya pertemuan tiga lempengan itu, ada dampak positif juga, yakni tanah yang subur dan banyaknya cekungan migas. "Positifnya, tanahnya subur, kemudian banyak cekungan migas. Itu untungnya," ungkapnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini