nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PVMBG Akui Minim Sosialisasi Pendidikan Bahaya Gempa Bumi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 07:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 12 337 1962941 pvmbg-akui-minim-sosialisasi-pendidikan-bahaya-gempa-bumi-U96b2xQVGP.jpg Dampak gempa 7,4 SR di Kabupaten Sigi. (Foto: Ist)

JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengakui pendidikan kewaspadaan bahaya bencana gempa bumi kepada masyarakat belum optimal. Sosialisasinya dirasa masih sangat kurang.

"Jadi sosialisasi mengenai bahaya gempa bumi masih kurang, meskipun yang mengerjakan itu banyak sekali lembaga-lembaga, seperti kementerian dan NGO-NGO, tapi memang masih kurang," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi PVMBG Sri Hidayati kepada Okezone, Jumat (12/10/2018).

(Baca juga: Situbondo Diguncang Gempa, Ketua DPR Dorong Pemerintah Bergerak Cepat Bantu Korban)

Ia mengungkapkan penyebab hingga kini PVMBG dan lembaga terkait belum mampu memberikan pendidikan bahaya bencana gempa bumi kepada masyarakat dengan baik karena seluruh wilayah di Indonesia merupakan rawan gempa. Akibatnya, mereka tidak bisa menjangkau hingga pelosok-pelosok.

"Sangat kurang yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Ini luas sekali, sementara ke rawan gempa bumi ini kan hampir menyebar ke seluruh Indonesia," ucap Sri.

Tsunami Palu. (Foto: AP)

Sebagaimna diketahui, Wilayah Indonesia merupakan zona pertemuan tiga lempengan tektonik, yakni Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Hal inilah yang dinilai jadi penyebab gempa bumi, gunung erupsi, dan tsunami sering terjadi.

(Baca juga: Info Terkini Gempa Situbondo, 26 Korban Terluka dan 36 Rumah Rusak)

"Jadi, posisi Indonesia ini itu ada di pertemuan Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempenga Indo-Australia. Lempeng itu ketemu di wilayah Indonesia. Indonesia bukan hanya rawan terhadap bencana gempa bumi, gunung erupsi, dan tsunami," jelas Sri.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini