nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

CoE Makassar Eight Festival and Forum 2018 Rangkul Korban Gempa Palu

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 08:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 12 337 1962964 coe-makassar-eight-festival-and-forum-2018-rangkul-korban-gempa-palu-mbN95XAnnh.jpg Foto: Humas Kemenpar

MAKASSAR – Sisi humanisme diperlihatkan dalam Calender of Event (CoE) Makassar International Eight Festival and Forum 2018. Di balik glamornya, event yang familiar sebagai F8 ini memperlihatkan soludaritasnya bagi korban bencana alam di Palu-Donggala-Sigi. Taglines-nya ‘Dari Makassar, Palu Bangkit’. Event ini berlangsung 10-14 Oktober.

Opening ceremony F8 digelar Rabu 10 Oktober pukul 20.30 WITA. Lokasinya di panggung utama Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. Puluhan ribu pengunjung memadati tempat ini. Efeknya, beberapa ruas jalan menuju venue mengalami kemecetan panjang. Padahal, rekayasa lalu lintas sudah diberlakukan.

F8 memberikan 60 tempat duduk bagi anak-anak pengungsi korban bencana Palu-Donggala-Sigi. F8 juga melakukan penggalangan donasi bagi para korban. Donasinya diberikan secara tunai maupun non tunai. Makassar sendiri adalah ‘camp’ penampungan bagi 15.000 korban bencana Palu-Donggala-Sigi.

“F8 ini besar. Rasa simpatinya luar biasa. Mereka memberikan perhatian lebih bagi para korban bencana di Palu-Donggala-Sigi. Sudah seharusnya mereka dihibur. Semoga para korban secepatnya dipulihkan,” ungkap Penyanyi Once Mekel, Rabu (10/10) malam.

Kehadiran Once menjadi penyempurna rangkaian panjang opening ceremony F8. Dengan gaya energiknya, penyanyi berusia 48 tahun ini membawakan 10 tembang. Lagu ‘Kini Saatnya’ jadi pembuka. Adrenalin makin tinggi dengan lagu ‘Arjuna’ dilanjutkan Aku Mau (Kucinta Kau Apa Adanya).

Mengusung tema ‘Celebration in Diversity’, F8 semakin dibius oleh lagu ‘Symphony Yang Indah’. Once memberikan kejutan melalui lagu Dealova. Aransemennya dibuat versi akustik. Ikut larut dalam suasana, audience pun ikut bernyanyi sembari melambaikan kedua tangan ke atas. Aksi pemilik nama lengkap Elfonda Mekel ditutup lagu ‘Separuh Nafasku’.

“Sekarang saatnya Palu-Donggala-Sigi. Saya sangat senang bisa berada di sini. Bagaimanapun, Makassar ini kota kelahiran saya. Rasanya seperti pulang kampung,” terang Once.

Sebelum Once, Reginna terlebih dahulu menggebrak panggung F8 dengan dua lagu terbaik. Konsep dari ‘Celebration in Diversity’ ditegaskan dengan fashion show karya dari Priyo Oktaviano. Ada juga parade fashion show Busana Nusantara.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti mengungkapkan, F8 bisa menjadi banchmark bagi penylenggaraan lain.

“F8 mampu bangkitkan semangat. Dari Makassar, Palu bangkit bersama-sama. Dan, F8 ini luar biasa. Baru digelar 2 kali tapi sudah masuk Calendar of Event. Event baru itu standardnya 3 kali baru masuk. Penyelenggaraan F8 ini sangat bagus. F8 ini bisa digunakan sebagai banchmark. Konten F8 sangat menginspirasi dan cepat merespon fenomena yang terjadi,” tegas Esthy.

F8 sukses mengangkat budaya lokalnya. Ada kolaborasi besar Tari Gandrang Bulo dengan Tari Padduppa. Tarian ini dibawakan secara massal oleh 200 pelajar di Makassar. Gerakannya dinamis dan mengalamai eksplorasi pengembangan besar. Sembari menari, para siswa pun membawakan nyanyian khas Makassar Cincing Banca.

Display budaya lokal dikuatkan dengan Tari Empat Etnis Modern. Tarian ini menggambarkan kekayaan Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar. Dibawakan massal oleh 400 penari, kekuatan etnis ini pun kental.

Penari memakai Baju Bodo khas Bugis-Makassar, lalu rambutnya ditata ala Toraja. Mereka juga lengkap membawa kain sutera. Lebih membanggakan, F8 juga membagi panggungnya untuk kreativitas kaum difabel.

“Sesuai konsep dasar, F8 ini sangat unik. Ada banyak pilihan dengan konsep jelas yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Festival ini menjadi etalase terbaik budaya lokal. Ini tentu magnet kuat untuk menarik jumlah kunjungan wisatawan,” kata Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauzi.

Memasuki tahun ketiga, F8 menjadi tempat berkumpul terbaik berbagai latar belakang. Festival ini pun dikunjungi sekitar 50 bupati/walikota se-Indonesia. Realisasi ini naik dua kali lipat dari slot 25 kursi yang disiapkan. Selain lokal, beberapa negara juga mengirimkan dutanya. Ada Australia, Jerman, Filipina, Swiss, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, hingga Prancis.

“Solidaritas kemanusiaan, persahabatan, dan kemeriahan melebur menjadi satu di F8. Kami berharap ada semangat baru yang dibawa pengunjung dari F8. Sebab, inspirasi yang ditiupkan sangat kuat. Kami bangga dengan penyelenggaraan event ini. Enjoy F8,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinistryOfTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini