nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Menyerahkan Diri, Eddy Sindoro Langsung Jadi Penghuni Rutan KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 21:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 12 337 1963414 usai-menyerahkan-diri-eddy-sindoro-langsung-jadi-penghuni-rutan-kpk-aHiLJDcyuB.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Eddy Sindoro (ESI)‎ menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah kabur selama dua tahun ke sejumlah negara tetangga. Eddy menyerahkan diri pada pagi hari tadi, Jumat (12/10/2018).

Mantan Chairman PT Paramount Enterprise International‎ tersebut langsung dibawa dari Singapura ke KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. ‎Usai diperiksa sebagai tersangka, Eddy langsung ditahan dan resmi menjadi penghuni Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

"ESI (Eddy Sindoro) ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta, untuk masa penahanan pertamanya selama 20 hari kedepan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Jumat (12/10/2018).

 korupsi

Pantauan Okezone di lapangan, Eddy rampung menjalani pemeriksaan pasca-menyerahkan diri sekira pada pukul 20.30 WIB. Eddy tampak dikunjungi oleh beberapa koleganya yang sudah menunggu di lobi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Eddy yang sudah mengenakan rompi tahanan KPK langsung digiring oleh petugas keluar gedung setelah ‎bertemu dengan koleganya. Kepada awak media, Eddy mengaku pasrah dan siap menjalani proses hukum yang sedang berjalan di KPK.

"Terima kasih, dan siap untuk menjalani proses hukum ini," singkat Eddy sambil tersenyum dan langsung masuk kedalam mobil tahanan.

 koruspi

Eddy Sindoro sendiri menyerahkan diri‎ ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Jumat pagi, (12/10/2018), setelah melarikan diri selama sekira dua tahun. Eddy menyerahkan diri ke KPK melalui Atase Kepolisian RI di Singapura.

Sebelumnya, Eddy telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap perkara peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dia diduga menyuap Panitera PN Jakpus Edy Nasution terkait sejumlah perkara.

Atas perbuatannya, Eddy Sindoro disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini