nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Perceraian, Daerah Merangin Bakal Banyak Janda Muda

Abimayu, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 21:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 12 340 1963296 banyak-perceraian-daerah-merangin-bakal-banyak-janda-muda-n6fFCl7OBB.jpg Foto Ilustrasi Okezone

MERANGIN - "Tampaknya akan sama seperti tahun sebelumnya," begitulah jawaban Panitera Muda Hukum, Pengadilan Agama Bangko, Zari Wardana, saat dikonfirmasi terkait laporan perkara perceraian tahun 2018.

Betapa tidak, lanjut Zari, belum saja genap satu tahun terhitung dari Januari hingga September 2018 angka ini sudah mendekati jumlah 368 laporan perkara yang sudah diputuskan pada tahun 2017 lalu.

"Hingga September 2018 ini saja, kami telah menerima sebanyak 285 laporan perkara. Yang terdiri atas 202 cerai gugat dan 83 cerai talak," kata Zari.

Artinya angka tersebut didominasi oleh kaum hawa, dimana cerai gugat adalah pengajuan perceraian yang pertama kali diajukan oleh pihak perempuan atau istri kepada sang suami. Dan di dominasi umur rata-rata 20 hingga 40 tahun.

Ia mengatakan, ada tiga faktor utama yang menjadi penyebab perceraian, diantaranya ketidakharmonisan dalam rumah tangga, tidak tanggung jawab, dan persoalan ekonomi.

 nikah

“Ketidak harmonisan dalam rumah tangga, yang dalam bahasa hukumnya perselisihan secara terus menerus. Kemudian tidak tanggung jawab, seperti halnya tidak menafkahi atau meninggalkan istri. Sementara yang ke tiga adalah persoalan ekonomi, mungkin tidak sanggup hidup dalam keadaan yang serba kekurangan,” jelas Zari.

Lebih lanjut Zari menjelaskan, bahwa tidak semata-mata semua perkara yang masuk langsung dipenuhi. Tetapi, pihaknya melakukan upaya mediasi terlebih dahulu kepada kedua belah pihak.

“Karena dasar perkara adalah mediasi. Sebelum sidang dianjurkan untuk mediasi terlebih dahulu. Terkait mediatornya, itu bisa dipilih sendiri atau ditunjuk oleh majelis hakim,” ujar Zari.

Diketahui, persidangan perkara perceraian tidak hanya dilakukan di kantor PA Bangko. Tetapi, pihak PA Bangko juga melakukan sidang keliling ke desa-desa yang jaraknya cukup jauh dari pusat kabupaten.

“Tempatnya bisa aula kantor desa atau ruangan lainnya yang telah disiapkan perangkat desa. Tujuannya ya, membantu masyarakat yang terkendala jarak tempuh ke pusat kabupaten,” pungkas Zari.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini