Tim Kampanye Tak Rela Jokowi Disebut Jalankan Sistem Ekonomi Kebodohan

Bayu Septianto, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 12:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 12 605 1963037 tim-kampanye-tak-rela-jokowi-disebut-jalankan-sistem-ekonomi-kebodohan-l5zZeYgEfj.jpg Hasto Kristiyanto. (Foto: Harits/Okezone)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tak rela jika Presiden Joko Widodo disebut sedang menjalankan 'sistem ekonomi kebodohan', seperti yang disebutkan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Apalagi masalah ini disambungkan dengan Prabowo yang memakai slogan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat Pemilu AS 2016, yakni 'Make America Great Again' menjadi 'Make Indonesia Great Again'.

"Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin tersebut sangat tidak rela sistem ekonomi saat ini disebut 'ekonomi kebodohan' dan pada saat yang sama beretorika tentang 'Make Indonesia Great Again'," ujar Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Kyai Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/10/2018).

Hasto mengingatkan Prabowo dan tim suskesnya untuk tak selalu menyampaikan narasi negatif tentang Indonesia. Hal ini agar masyarakat luar tak memandang sebelah Indonesia.

Jokowi-Ma'ruf Amin

"Capres negarawan seharusnya menyampaikan narasi positif untuk Indonesia Raya, bukan malah merendahkan martabat bangsa dan rakyatnya sendiri, dengan membodoh-bodohkan ekonomi bangsanya," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengaku senang dengan gaya bicara Prabowo yang turut mengganti kata-kata Trump dengan 'Make Indonesian Great Again'.

"Saya sih senang ya sebagai juru kampanye Pak Jokowi jika Pak Prabowo melakukan sama dengan Trump. Mengulang-ulang kebohongan, memproduksi hoaks, fitnah sana-sini, isunya bombastis, saya senang," kata Karding.

(Baca juga: TKN Jokowi-Ma'ruf Anggap Pernyataan Prabowo soal Elite Berkhianat Hanya Slogan Tanpa Fakta)

Ketua DPP PKB ini menilai, jika Prabowo menggunakan cara tersebut maka sangat jauh berbeda dengan kultur di Indonesia. "Kenapa? Indonesia ini masyarakatnya beda yang ada di Amerika, dan di Eropa. Kita masih mengutamakan kejujuran, kesopanan santunan, keadaban, itu masih sangat kental di Indonesia," terang Karding.

Ia menyebut, pernyataan Prabowo tersebut berpengaruh terhadap masyarakat. Sehingga, ia meyakini masyarakat Indonesia jika melihat ada yang berbohong pasti akan berpengaruh.

"Seorang pemimpin, misalnya, menarasikan cerita-cerita bohong, pasti itu dijadikan ingatan seumur hidup. Jadi kami justru senang, kalau teman-teman pakai strategi itu," tukas Karding.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini