nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komnas PA Sebut Guru Diduga Doktrin Kebencian Tidak Cukup Hanya Dinonaktifkan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 06:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 13 338 1963474 komnas-pa-sebut-guru-diduga-doktrin-kebencian-tidak-cukup-hanya-dinonaktifkan-rhZK6LMxWB.jpg Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait. (Foto: Muhammad Sabki/Okezone)

JAKARTA – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, menyebut guru SMA 87 Jakarta berinisial NK yang diduga mendoktrin muridnya terancam dijerat pasal berlapis. Ia mengatakan, seharusnya seorang guru memberi pengajaran dan pendidikan yang baik sehingga dapat mengantarkan muridnya ke masa depan yang lebih baik.

"Peran seorang guru harusnya memberikan pengajaran dan pendidik yang baik. Tidak boleh mengajak peserta didiknya membenci seseorang," kata Arist kepada Okezone, Sabtu (13/10/2018).

(Baca juga: SMA 87 Nonaktifkan Guru yang Diduga Doktrin Murid untuk Benci Jokowi)

Ia melanjutkan, ibu guru NK tidak cukup hanya dinonaktifkan, melainkan harus diberhentikan, bahkan dapat dipidana atas aksinya yang mengajarkan kebencian terhadap peserta didiknya.

"Mengajak anak untuk membenci seseorang dan mengajak anak untuk tidak menyukai orang lain, menanamkan paham-paham radikalisme, maka itu patut diberhentikan, tapi dia juga bisa dikenakan pidana," ungkap Arist.

SMA 87 Jakarta. (Foto: Ist)

Selain diberhentikan, demi pembelajaran di kemudian hari, NK juga dianggap pantas menerima pasal berlapis. "Dia bisa berlapis-lapis. Mulai ujaran kebencian, kemudian memaksakan orang," tuturnya.

(Baca juga: Bawaslu Sambangi Mapolda Metro Bahas Guru SMA 87 yang Doktrin Muridnya Benci Jokowi)

Sebagaimana diketahui, seorang guru SMA 87 Jakarta berinisial NK diduga telah mendoktrin murid-muridnya untuk membenci Presiden Joko Widodo (Jokowi).

NK mengumpulkan para siswa, kemudian menunjukkan sebuah video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Kemudian ia menyebut banyaknya korban yang bergelimpangan akibat gempa itu merupakan salah Jokowi.(han)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini