nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peringati Puncak Hari Kontrasepsi Sedunia, BKKBN Adakan Temu Akseptor KB

Hessy Trishandiani, Jurnalis · Minggu 14 Oktober 2018 16:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 14 1 1963889 peringati-puncak-hari-kontrasepsi-sedunia-bkkbn-adakan-temu-akseptor-kb-lp1h1F9JH4.jpeg Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia, BKKBN adakan temu akseptor KB, kader, PLKB, dan remaja di Cirebon (Foto: Dok. BKKBN)

CIREBON - Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2018, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyelenggarakan puncak peringatan dengan mengadakan Temu Akseptor KB, Kader, PLKB dan Remaja yang dilaksanakan di Lapangan Desa Buntet, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu 13 Oktober 2018.

Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Kepala BKKBN, dr. Sigit Priohutomo MPH, Gubernur Jawa Barat, Bupati Cirebon, Forkompinda Kabupaten Cirebon, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratma BKKBN dan Instansi terkait, Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, serta para peserta yang berjumlah 2.000 orang terdiri dari Akseptor KB, Kader, PLKB, dan Remaja.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Iwa Karniwa S.E.Ak., M.M.,CA., PIA, mengatakan kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan, serta komitmen dan dukungan dari stakeholder, provider medis, mitra kerja, dan masyarakat terkait pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi untuk percepatan pencapaian program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)."Perlu sinergitas dalam upaya peningkatan penggunaan alat kontrasepsi terutama metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP)," tegas Iwa.

Dan sebelum melakukan interaksi dengan masyarakat, Plt. Kepala BKKBN, dr. Sigit Priohutomo mengatakan masalah kependudukan adalah masalah yang penting dalam program pembangunan, tidak hanya dilihat dari sisi kuantitas, tetapi juga berkaitan dengan masalah kualitas dan mobilitas. Dalam isu kependudukan, laju pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2015-2016 yaitu 1,27 persen.

Artinya, per tahun penduduk Indonesia tumbuh sekitar 3 juta jiwa. Rata-rata tingkat kelahiran per perempuan 2010-2015 sebanyak 2,4 anak, atau per perempuan memiliki 2-3 anak. Selain itu, Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi di tahun 2020-2030, di mana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak.

Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Sigit menjelaskan bahwa BKKBN bersama stakeholder dan mitra, akan mendorong program aksi yang bersifat lokal dengan melibatkan partisipasi warga. “Kami menggunakan pendekatan Kampung Keluarga Berencana di seluruh Indonesia yang diharapkan dapat mengurangi secara signifikan angka putus kesertaan Program Keluarga Berencana, dan meningkatkan pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang,” jelas Sigit.

Selain itu, BKKBN juga mendorong stakeholder yang ada daerah untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi keluarga berencana serta menjadikan keluarga berencana sebagai program prioritas di tiap kota atau kabupaten di seluruh tanah air. “Dengan peningkatan pengetahuan dan wawasan masyarakat dalam Program KB di harapkan akan sangat mendukung tercapainya hasil pelayanan KB yang maksimal dan berkualitas,” harap Sigit.

Plt. Kepala BKKBN menambahkan, berdasarkan data SDKI tahun 2017 menunjukan angka Kelahiran Total sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya, menjadi 2,4 (SDKI 2017) dari 2,6 (SDKI 2012) meskipun target RPJMN masih belum tercapai, ini semua merupakan kemajuan yang dicapai dalam keluarga berencana di dunia saat ini adalah berkat ketekunan, kepatuhan, dan berkat kedisiplinan para akseptor dalam menggunakan dan kawan kawan PLKB dengan gigih melakukan konseling yang merupakan bagian integral yang sangat penting dalam pelayanan KB.

“Saya memberikan penghargaan atau apresiasi yang setinggi tingginya kepada saudara saudara dari Akseptor, PLKB, Kader KB, PPKBD/Sub PPKBD dan Remaja Generasi Berencana serta kepada mitra kerja terkait saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya selama ini terhadap upaya pelaksanaan program KKBPK,” pungkas Sigit.

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini