nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anwar Ibrahim Menangi Pemilu Parlemen Malaysia

Agregasi VOA, Jurnalis · Minggu 14 Oktober 2018 11:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 14 18 1963791 anwar-ibrahim-menangi-pemilu-parlemen-malaysia-LjMqQVWdVs.jpg Politikus Malaysia, Anwar Ibrahim (kanan) merayakan kemenangan pemilu parlemen di Port Dickson, kota pesisir selatan Malaysia, Sabtu (13/10/2018). (Foto : AP)

POLITIKUS Malaysia Anwar Ibrahim memenangkan sebuah pemilihan khusus untuk kursi di parlemen dengan kemenangan mutlak, Sabtu (13/10/2018).

Kemenangannya menandakan kebangkitan Anwar kembali di dunia politik serta mempersiapkan dirinya untuk mengambil alih tampuk kepemimpinan dari Perdana Menteri Mahathir Mohamad, kantor berita Associated Press melaporkan.

Anwar ditunjuk sebagai pengganti Mahathir setelah kedua tokoh politik Malaysia itu mengesampingkan pertikaian mereka dan bersatu untuk memenangkan pemilihan umum pada Mei lalu.

Anwar waktu itu tidak bisa ikut pemilihan karena menjalani hukuman penjara dengan tuduhan sodomi. Dia saat itu mengatakan tuduhan itu merupakan rekayasa politik. Tetapi setelah pemilihan dia dibebaskan dan diberi pengampunan oleh raja.

Anwar Ibrahim. (AFP)

Komisi pemilihan mengatakan, Anwar meraih 31.016 suara untuk kursi parlemen mewakili Port Dickson dan mengalahkan enam kandidat lainnya. Pesaingnya yang terdekat meraih hanya 7.456 suara.

Anwar mengatakan tidak menduga akan memenangkan pemilihan dengan selisih besar dan dia menyebutnya sebagai kemenangan yang “meyakinkan.”

“Menurut saya ini tonggak penting, suara percaya kepada pemerintah dan agenda reformasi, dan untuk perdana menteri secara pribadi,” katanya.

Anwar yang akan dilantik sebagai anggota parlemen pada Senin (15/10), menegaskan kembali janjinya untuk memfokuskan perhatian pada reformasi parlemen.

Anwar Ibrahim pernah menjadi tokoh populer dari koalisi yang berkuasa, namun kemudian dijatuhi hukuman dengan tuduhan melakukan sodomi dan korupsi setelah terjadi persaingan kekuasaan dengan Mahathir, yang menjabat sebagai perdana menteri sampai 2003.

(Baca Juga : Malaysia Bakal Hapus Hukuman Mati dan UU Penistaan)

Anwar dibebaskan pada 2004, tetapi kemudian dijatuhi penjara lagi pada 2015 dengan tuduhan sodomi, tuduhan yang katanya direkayasa untuk menghancurkan karir politiknya.

Karena marah dengan skandal korupsi besar di dana investasi negara, Mahathir mencalonkan diri kembali dan kedua tokoh ini membentuk persekutuan yang berhasil memenangkan mereka pada pemilihan nasional 9 Mei.

(Baca Juga : Malaysia Tangkap 8 Tersangka Militan, Sebagian Besar Warga Asing)

Mahathir, usia 93 tahun kini adalah pemimpin tertua di dunia, dan katanya, dia akan menjabat selama dua tahun, dan berjanji akan mengalihkan kekuasaan kepada Anwar.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini