nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belajar dari Palu, DPR Minta Pemda Identifikasi Wilayah Rentan Likuefaksi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 14 Oktober 2018 07:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 14 337 1963767 belajar-dari-palu-dpr-minta-pemda-identifikasi-wilayah-rentan-likuefaksi-2j5lI33Yuf.jpg DPR (Foto: Okezone)

JAKARTA - Fenomena likuefaksi sebagaimana terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian publik saat ini. Pasalnya, efek yang ditimbulkan bencana tersebut terbilang besar hingga menelan banyak korban jiwa.

Likuefaksi merupakan fenomena hilangnya kekuatan tanah akibat kuatnya getaran gempa. Imbasnya, tanah menjadi cair dan 'menelan' segala sesuatu yang ada di atasnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily meminta pemerintah daerah (Pemda) mengidentifikasi wilayah yang berpotensi terjadi likuefaksi. Tentunya, hal itu dilakukan dengan 'menggandeng' ilmuwan yang kompeten di bidangnya.

"Pemda harus buat tata ruang yang memperhitungkan, misalnya mengidentifikasi tempat yang likuefaksi, mempertimbangkan kontur tanah yang cair agar tidak boleh jadi tempat permukiman," kata Ace saat berbincang dengan Okezone, Minggu (14/10/2018).

(Baca Juga: Sejumlah Wilayah Kota Bandung Berpotensi Terjadi Likuefaksi)

Ketua DPP Golkar itu berujar, bencana di Palu semestinya dapat menjadi pelajaran bagi daerah lainnya agar memerhatikan aspek keselamatan tata ruang sebelum dibangun hunian atau permukiman.

"Apa yang terjadi di Palu harus menjadi pelajaran bagi kita semua," tutur Ace.

 Pascagempa dan tsunami Palu

Fenomena alam ini menjadi perbincangan publik setelah wilayah Palu dan beberapa daerah lainnya diterjang likuefaksi, selain gempa dan tsunami. Permukiman yang ada di daerah terdampak seakan 'tertelan' tanah yang mencair hingga banyak korban yang terkubur di dalamnya.

Likuefaksi tidak berdiri sendiri. Gempa bumi menjadi medium yang menghantarkan terjadinya likuefaksi. Bila pusat gempa berdekatan dengan wilayah yang struktur tanahnya tidak kuat, maka likuefaksi bisa terjadi.

Getaran gempa yang begitu besar dapat 'mengocok' struktur tanah sehingga kandungan yang ada di dalamnya menjadi hancur dan menyebabkan tanah menjadi cair serta menenggelamkan apa yang ada di atasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini