nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Kritik Andi Arief ke Prabowo, Nomor 2 Paling Bikin Gaduh

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 14 Oktober 2018 08:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 14 337 1963769 4-kritik-andi-arief-ke-prabowo-nomor-2-paling-bikin-gaduh-FoVpcSANvJ.jpg Andi Arief (Foto: Ist)

JAKARTA - Wasekjen Demokrat Andi Arief kerap melontarkan kritik pedasnya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Padahal, partai politik tempat Andi bernaung merupakan pengusung paslon oposisi tersebut.

Berbagai kritik Andi untuk Prabowo-Sandi akhirnya menuai kontroversi. Tak jarang pula kritik tersebut membuat gaduh koalisi Prabowo-Sandi.

Berikut fakta-fakta Andi Arief yang kerap mengkritik Prabowo-Sandi:

1. Kritik Pertemuan Prabowo dan Habib Rizieq Shihab

Andi Arief mengkritik pertemuan Prabowo dan Rizieq di Makkah. Menurut Andi, kalau eks Danjen Kopassus tersebut mau menang Pilpres 2019 sebaiknya bertanya kepada rakyat, bukan tanya sama Habib Rizieq.

Habib Rizieq

2. Jenderal Kardus

Andi Arief melontarkan kalimat jenderal kardus untuk Prabowo Subianto. Sebab, Andi kecewa Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya. Andi bahkan menuding ada mahar total Rp1 triliun untuk PKS dan PAN dari Sandiaga supaya bisa jadi cawapres Prabowo.

Tudingan ini kemudian berbuntut panjang hingga akhirnya kandas di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

3. Sandiaga Ingin Gulingkan Prabowo

Andi Arief kembali membuat komentar mengejutkan. Ia menyebut pihak Sandiaga Uno ingin menggulingkan rencana pencalonan Prabowo-Sandi menjadi Sandi-AHY.

Andi ingin Prabowo tahu bahwa Sandi merupakan pihak yang ingin menggulingkan eks Danjen Kopassus tersebut. Namun, Prabowo pada akhirnya tetap berpasangan dengan Sandi.

Prabowo-Sandiaga

4. Prabowo Tak Serius Nyapres

Seolah tidak ada rasa lelah, Andi Arief kembali mengkritik Prabowo. Kali ini ia menganggap eks Danjen Kopassus tersebut kurang serius mencalonkan diri sebagai presiden.

Andi melihat Prabowo malas berkampanye. Padahal, rakyat bakal memilih presiden. Ia pun menyarankan agar Prabowo keluar dari Kertanegara dan menyapa rakyat secara langsung.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini