nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tinggalkan Pengungsian, Korban Gempa Palu Mulai Benahi Rumah

Antara, Jurnalis · Minggu 14 Oktober 2018 15:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 14 340 1963868 tinggalkan-pengungsian-korban-gempa-palu-mulai-benahi-rumah-J6X0hTHniJ.jpg Situasi Kota Palu beberapa hari setelah gempa dan tsunami. (Foto : Taufik Fajar/Okezone)

PALU – Banyak pengungsi korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mulai kembali membenahi rumah mereka yang ditinggalkan saat terjadi bencana alam itu pada 28 September 2018.

Berdasarkan pantauan Antara, Minggu (14/10/2018), warga di bilangan Jalan Kancil dan Lembu pulang ke rumah mereka setelah selama beberapa hari tinggal di lokasi pengungsian.

Nyonya Sri, salah seorang warga Jalan Kancil, mengatakan sudah dua hari tidur di rumah setelah sempat mengungsi ke salah satu titik pengungsian di Kelurahan Tatura Selatan.

Ia mengatakan di rumahnya ada tiga keluarga, sedangkan saat gempa bumi semuanya lari mengungsi ke tempat yang aman.

Pertama kali mengungsi ke Bandara Mutiara Palu selama tiga malam, lalu pindah mengungsi ke Asrama 711 Raksatama Palu.

"Kebetulan, kami tinggal di belakang asrama itu," kata dia.

Warga sudah mulai beraktivitas pasca bencana di Sulawesi Tengah. (Foto : Okezone/BNPB)

Selama dua hari terakhir ini, kata ibu enam anak itu, mereka semua telah kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasa.

Anak-anak jualan nasi kuning untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kebetulan, kata dia, rumahnya yang hanya berdinding papan, tidak mengalami kerusakan saat gempa bumi.

Hal senada juga disampaikan Nyonya Martha Bubun. Ibu rumah tangga yang berdomisili di Jalan Lorong Honda Jaya itu, mengatakan sempat mengungsi beberapa hari, namun sekarang sudah kembali ke rumah.

"Saya dan keluarga hanya mengungsi dekat dengan rumah. Sudah tiga hari ini tidur di rumah, meski masih ada gempa," kata dia.

TNI hibur anak-anak korban gempa palu. Puspen TNI

Dia juga mengatakan disatribusi logistik ke posko-posko pengungsi cukup lancar sehingga warga yang mengungsi tidak sampai kekurangan makanan.

Menurut dia, perhatian pemerintah terhadap korban gempa bumi dan tsunami, baik di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, serta Sigi relatif cepat.

Ia mengakui pada hari pertama setelah gempa, 28 September 2018, bantuan logistik belum mengalir, tetapi hari ketiga bantuan sudah mulai berdatangan di lokasi-lokasi pengungsian, termasuk mereka yang tinggal hanya di tenda-tenda yang dibangun sendiri.

(Baca Juga : Ditjen PAS Minta Napi yang Kabur di Palu & Donggala Menyerahkan Diri)

Namun, hingga saat ini masih lebih banyak warga yang mengungsi dalam wilayah Kota Palu maupun keluar daerah, termasuk ada yang mengungsi ke Makassar, Gorontalo, Manado, Balikpapan, Jawa, Jakarta, dan tempat lainnya yang belum kembali.

(Baca Juga : Pascagempa, Rumah Warga di Sigi Diterjang Banjir Lumpur)

Kemungkinan besar mereka belum kembali karena selain trauma, juga masih ada gempa susulan yang terjadi, tetapi skalanya kecil.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini