nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa IPB Jadikan Daun Mahoni Energi Pengganti Aki

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Minggu 14 Oktober 2018 15:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 14 65 1963876 mahasiswa-ipb-jadikan-daun-mahoni-energi-pengganti-aki-qcDTOz1Njw.jpg Foto: IPB

JAKARTA – Mahasiswa dari Departemen Manajemen Hutan (MNH), Fakultas Kehutanan (Fahutan), Institut Pertanian Bogor (IPB) Mahtuf Ikhsan sudah menjejakkan kakinya ke 16 negara. Kepergiannya ke berbagai macam negara itu tidak hanya bersenang-senang melainkan membawa nama baik IPB dan Indonesia.

Mahtuf panggilan akrabnya baru-baru ini melakukan perjalanan ke Moscow, Rusia tepatnya pada tanggal 17-21 September 2018.

“Saya menjadi peserta dalam acara XV International Junior Forest Contest 2018. Acara tersebut merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh The Federal Agency for Forestry dan masih di bawah naungan Ministry of Natural Resources and Environment of the Russian Federation,”ucapnya yang dikutip Okezone dari laman IPB, Minggu (14/10/2018).

Baca Juga: Ribuan Wisudawati di IPB Ini Ternyata Emak-Emak dari 68 Kelurahan

Tahun ini, kompetisi tersebut berlangsung di Hotel Planernaya, Domodedovo, Rusia dan diikuti oleh 28 peserta dengan asal negara yang berbeda.

“Setiap negara hanya boleh diwakili oleh satu peserta. Setiap peserta boleh mengikutkan dosen pembimbingnya. Akan tetapi, saya berangkat seorang diri dan sangat bersyukur saat di sana panitianya sangat ramah dan membantu sekali,”ucapnya.

Sebelum dia terbang ke negara beruang putih itu, dirinya harus mengumpulkan paper project yang nantinya harus dipresentasikan di depan khalayak dan dewan juri saat perlombaan berlangsung.

“Ide yang saya bawa mengenai pengembangan daun mahoni sebagai energi alternatif pengganti aki. Alasan dia memilih topik tersebut adalah karena aplikatif di Indonesia serta krusialnya fungsi aki dalam sebuah mesin,”ucapnya.

Baca Juga: Konsumsi Beras Meningkat, Mahasiswa IPB Buat Bubur Instan dari Singkong dan Daun Kelor

Mahtuf mengakui bahwa dirinya tak pernah menyangka akan membawa pulang predikat The Third Winner (Bronze Medal) pada kompetisi bergengsi itu. Pasalnya, ide serta penampilan dari negara lain sangat bagus dan menarik perhatian juri.

“Meski sudah menjadi bintang, harus tetap rendah hati dan visioner,”katanya.

Bagi Mahruf menghargai waktu sama dengan menghargai kehidupan. Ia tak segan membagi ilmunya kepada siapa saja. Dia berharap tahun depan mahasiswa IPB dapat mewakili Indonesia seperti dirinya sekarang.

”Lombanya sangat challenging, harapannya tahun depan mahasiswa IPB dapat mewakili Indonesia dan dapat membawa kabar baik lagi. Tips dari saya, harus proaktif mencari informasi dan tidak malas untuk bimbingan ke dosen,” pungkasnya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini