Presiden PKS Bolehkan Kader Kampanye Negatif, Timses Jokowi: Asal Sesuai Data & Fakta

Bayu Septianto, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 15:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 15 605 1964265 presiden-pks-bolehkan-kader-kampanye-negatif-timses-jokowi-asal-sesuai-data-fakta-wIjn7uchei.jpg Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, memaklumi anjuran Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman memperbolehkan kadernya untuk melakukan kampanye negatif asalkan tidak melakukan kampanye hitam atau black campaign.

Sama halnya dengan Sohibul, menurut Karding sejatinya kampanye negatif dibolehkan selama terdapat data dan fakta yang akurat.

"Dalam konteks kampanye negatif, itu sebenarnya dibolehkan. Sepanjang memang kampanye itu dilakukan dengan data dan fakta," ujar Karding saat dihubungi, Senin (15/10/2018).

Meski tak ada aturan yang mengikat tentang kampanye negatif, Karding tetap meminta setiap partai politik ataupun tim pemenangan capres-cawapres tak terus-menerus melakukan kampanye negatif.

"Namun, menurut saya jangan mencari-cari, jangan fokus ke sana," jelasnya.

Menurut Karding, seharusnya dalam Pemilu 2019, khususnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kampanye dilakukan dalam rangka membangun kebersamaan dan juga membangun demokrasi yang sehat. Sehingga dengan demokrasi yang sehat bisa menjaga stabilitas ekonomi, keamanan, dan politik.

Presiden PKS, Sohibul Iman. (Foto : Bayu Septianto/Okezone)

"Menjaga jangan sampai gaduh, menjaga toleransi kita, persatuan kita sehingga kampanye negatif bisa kita lakukan dalam rangka betul-betul mengetahui tentang jejak rekam. Tetapi, tidak boleh mendominasi seluruh kampanye kita selama enam bulan ke depan," ucapnya.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini tetap berharap partai politik dan setiap tim pemenangan pasangan capres-cawapres untuk mengedepankan kampanye positif ketimbang kampanye negatif apalagi kampanye hitam yang memang tak boleh dilakukan.

"Jadi dari tiga jenis kampanye yang paling perlu kita tonjolkan adalah kampanye yang bernuansa positif. Kampanye dengan cara-cara yang sopan, dengan tone-tone yang positif, menjaga kesejukan, menjaga optimisme masyarakat, memberi harapan-harapan. Dan yang lebih penting adalah memberi solusi-solusi terhadap masalah bangsa sekarang dan yang akan dtang," tutur Karding.

Sebelumnya diberitakan Okezone, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman memperbolehkan kadernya untuk melakukan kampanye negatif asalkan tidak melakukan kampanye hitam atau black campaign. Namun, selain melakukan hal tersebut para kader diminta harus lebih banyak melakukan kampanye positif dan tidak melakukan politik uang.

(Baca Juga : Golkar Sesalkan Presiden PKS Izinkan Kadernya Gunakan Kampanye Negatif)

"Kampanye itu ada tiga jenis, pertama positive campaign, lebih banyak mengampanyekan keunggulan diri kita sendiri dan ini harus dominan sebanyak 80 persen ini harus disampaikan karena kita ada kelebihan dari yang lain," kata Sohibul saat Konsolidasi Nasional Pemenangan Pemilu 2019, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu 14 Oktober 2018.

Dia mengungkapkan, negatif itu perlu dilakukan, meskipun jumlahnya hanya 20 persen, tetapi harus berdasarkan fakta dan memiliki data tidak dengan omong kosong.

(Baca Juga : Presiden PKS Persilakan Kader Kampanye Negatif, Fahri Hamzah: Mungkin Dia Mau Nanggung Dosanya)

"Silakan untuk masuk ke negative campaign cukup 20 persen, seperti tersangkut korupsi boleh kita bongkar sesuai fakta dan data karena publik harus tahu calon ini apa kelemahannya," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini