Deretan Buku Kontroversial Terlarang di Abad 21

Koran SINDO, · Senin 15 Oktober 2018 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 15 65 1964201 deretan-buku-kontroversial-terlarang-di-abad-21-twZpUCO4Jy.jpg Perpustakaan (Foto: Ist)

Operation Dark Heart (Anthony Shaffer)

Memoar “Operation Dark Heart” menceritakan seorang tentara Angkatan Darat AS Anthony Shaffer yang memimpin tim black-ops di Afghanistan pada 2003. Ketika berusaha menerbitkan buku itu, Shaffer meminta izin kepada Angkatan Darat untuk memastikan bahwa materi yang termasuk dalam buku itu tidak memantik kontroversi.

Ia menerbitkan buku itu pada 31 Agustus 2010. Tiga badan intelijen pemerintah (Badan Intelijen Pertahanan, NSA, dan CIA) memutuskan bahwa buku itu berisi banyak informasi sensitif. Pada 20 September 2010, Departemen Pertahanan AS telah menghabiskan lebih dari USD47.000 untuk membeli dan menghancurkan 9.500 eksemplar dari buku ini.

Baca Juga: Kerukunan Masyarakat Singkawang Dibukukan Oleh Malaysia

You: An Introduction (Michael Jensen)

Pendidikan seks adalah topik yang sangat kontroversial. Secara tradisional, organisasi-organisasi keagamaan telah berada di sisi konservatif terkait tema ini. Buku ini diarahkan untuk menjawab beberapa pertanyaan umum yang ditanyakan oleh orang dewasa seperti siapa mereka atau apa tujuan mereka, dari perspektif alkitab.

Ditulis oleh Michael Jensen, buku ini adalah bagian dari SRE (Pendidikan Agama Khusus ) di New South Wales sebelum dihentikan oleh Departemen Pendidikan dan Komunitas (DEC) Australia pada 2015. DEC mengutip kebijakan departemen sebagai alasan pelarangan buku ini.

 buku

Persepolis (Marjane Satrapi)

Persepolis adalah memoar Marjane Satrapi yang menceritakan kehidupannya saat Revolusi Iran. Buku Persepolis dilarang beredar di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Dalam buku itu, tergambar bagaimana relasi Amerika Serikat dan Iran sebelum revolusi Iran terjadi. Buku itu juga dianggap menyebarkan komunisme karena tokoh utamanya, seorang anak perempuan, kerap mengobrol dengan karakter Tuhan yang mirip Karl Marx.

Love Comes Later (Mohanalakshmi Rajakumar)

Love Comes Later adalah novel karya Mohanalakshmi Rajakumar, seorang profesor bahasa Inggris di sebuah universitas di Qatar. Novel ini menceritakan kisah seorang pria Qatar yang bertunangan dengan sepupunya setelah istri pertamanya meninggal. Perjuangan keduanya memperjuangan cinta menjadi salah satu konflik kunci dalam buku ini.

Hingga pada satu titik, si pria mencium wanita yang bukan tunangannya. Inilah alasan mengapa banyak orang menduga buku itu dilarang meskipun pemerintah gagal memberikan alasan apa pun atas putusan mereka. Rajakumar menawarkan merevisi bagian-bagian buku yang bermasalah, tetapi ia gagal menerima balasan dari pemerintah Qatar.

 buku

The Cover-Up General (Edwin Giltay)

Diterbitkan pada 2014, buku ini menjelaskan pengalaman penulis Edwin Giltay terkait upaya pemerintah Belanda menutup-nutupi pembantaian Srebrenica, konflik Perang Bosnia di mana lebih dari 8.000 pria dan anak lelaki militer dibunuh secara brutal.

Pada 2015, seorang mata-mata Belanda mengklaim bahwa ia adalah salah diwakili dalam buku ini. Belakangan, buku itu dilarang di Belanda oleh perintah pengadilan. Giltay ditolak memberikan informasi palsu, dan pada 2016 larangan itu dicabut oleh Pengadilan Banding Den Haag, salah satu dari lima pengadilan banding di Belanda.

Dan ada beberapa buku yang pernah dilarang beredar di Indonesia, yaitu :

Tetralogi Buru, Pramoedya Ananta Toer

Tetralogi novel Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca karya Pramoedya Ananta Toer termasuk karya yang banyak digandrungi para pecinta sastra.

Tapi siapa sangka jika novel apik tersebut dulu pernah dilarang dibaca dan beredar? Tak hanya empat novel itu, ada puluhan novel Pram yang saat itu juga dicekal seperti Hoakiau di Indonesia, Keluarga Gerilya, Perburuan, dan Panggil Aku Kartini Sadja jilid 1 & 2, Hoakiau di Indonesia. Sebagian karya yang dilarang itu ternyata kini jadi rujukan buku kuliah di Universitas Queen Mary London.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini