nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Mahasiswa Unair Buat Media Pembelajaran Khusus bagi Murid Tunagrahita

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 16:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 15 65 1964297 3-mahasiswa-unair-buat-media-pembelajaran-khusus-bagi-murid-tunagrahita-9jrQ2c3ImJ.jpg Mahasiswa Unair Buat Kurikulum Khusus Murid Tunagrahita (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Tiga mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) berhasil meraih juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional bertajuk Social Article Competition (SCARCE).

Tim yang beranggotakan Krisna Mukti Prabowo, Candra Kusumawati, dan Rosyta Nur Azizah tersebut menyusun karya tulis ilmiah yang berjudul, SINTAC (Sensory Integration Activity) sebagai Media Peningkatan SWISS (Spelling and Writing Skills) bagi Murid Tunagrahita (keterbelakangan mental).

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Krebet, sebuah institusi pendidikan inklusi yang berada di Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: Berkat Ide Bisnis Foto Album Tiga Dimensi, Mahasiswa Unair Raih Penghargaan di Singapura

Ketua tim Krisna menjelaskan latar belakang masalah dari penelitian yang mereka angkat adalah belum adanya tenaga pengajar yang memiliki kompetensi khusus untuk mendampingi proses pembelajaran siswa tunagrahita di sekolah tersebut. Bahkan, terdapat beberapa siswa yang belum mengenal huruf dengan baik, meski telah menginjak kelas 4-5 SD.

“Guru di sana belum ada yang memiliki latar pendidikan luar biasa maupun psikologi, sehingga pengembangan media pembelajaran khusus bagi murid tunagrahita tidak ada. Hal ini, pastinya akan menghambat kegiatan akademik mereka di sekolah,” ujarnya yang dikutip Okezone dari laman Unair, Senin (15/10/2018).

Dia mengatakan, penelitian tersebut bertujuan untuk menyusun modul pembelajaran yang dapat digunakan bagi guru-guru di sana secara mandiri, tanpa harus dilakukan pendampingan terus menerus kedepannya.

“Kami ingin penelitian ini bermanfaat bagi pendidikan inklusi. Hitung-hitung, selain penelitian, juga ada unsur pengabdian,” imbuhnya.

Gayung bersambut, modul yang mereka usulkan mendapat apresiasi dan respon positif dari pihak sekolah. Dalam implementasinya, terdapat tujuh aktivitas yang dirancang untuk membantu siswa tunagrahita mengenal huruf abjad dan angka. Diantaranya, temukan harta karun, fragmen, kartu cerdas, jembatan pesan, warna, mikro lego, dan finger painting.

“Adanya modul tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sensor integrasi pada anak tunagrahita, yang diperlukan dalam proses membaca dan menulis. Selain itu, modul juga dapat membantu guru untuk memberikan cara pengajaran yang sesuai dengan daya tangkap murid tunagrahita,”imbuhnya

“Tentu kami memberikan pendampingan terlebih dahulu untuk edukasi dan praktik modul. Setelah guru-guru di sana sudah menguasai peta konsep dan praktik, kami melakukan hibah modul,” lanjut Krisna.

Baca Juga: Mahasiswa Forensik Unair Ikut Identifikasi Korban Palu-Donggala

Krisna mengungkapkan, saat ini, modul yang rancang oleh timnya telah diaplikasikan secara mandiri oleh pihak sekolah SDN 4 Krebet. Terlebih, modul tersebut juga dipublikasikan melalui forum-forum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di wilayah setempat.

Sementara itu, Rosyta Nur Azizah menambahkan, karya tulis tersebut merupakan kelanjutan dari karya PKM yang mereka susun beberapa waktu lalu.

“Meski belum lolos untuk didanai Kemenristekdikti, kami mengambil insiatif untuk mengembangkan dan memperbaiki gagasan program untuk diajukan pada ajang karya tulis ilmiah lainnya,”ucapnya

Ikhtiar Krisna dan kawan-kawan membuahkan hasil. Inovasi yang mereka suguhkan tak hanya berhasil mengantar tim membawa pulang piala kejuaraan, namun juga sukses memberi kontribusi nyata bagi kurikulum pendidikan anak berkebutuhan khusus di Indonesia.

Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang bertemakan Social Article Competition (SCARCE) diselenggarakan Universitas Negeri Malang (UNM) pada Kamis (11/10/2018). Usai dinyatakan lolos seleksi paper pada Sabtu (6/10/2018), Tim Krisna dan kawan-kawan berhasil melaju ke tahap presentasi.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini