nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Kebakaran, Pendakian ke Gunung Merbabu Ditutup

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 16 Oktober 2018 02:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 16 512 1964485 dampak-kebakaran-pendakian-ke-gunung-merbabu-ditutup-luM43NU27Y.jpeg Kebakaran Gunung Merbabu. Foto/BPBD Semarang

SEMARANG - Jalur pendakian menuju puncak Gunung Merbabu ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Api yang berkobar hebat belum bisa dikendalikan karena titik sumber api tak bisa dijangkau armada pemadam kebakaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Heru Subroto memastikan bahwa jalur pendakian Gunung Merbabu, khususnya dari arah Thekelan sudah ditutup. Belum bisa dipastikan rencana jalur pendakian dibuka kembali.

"Hingga saat ini untuk luasan yang terbakar belum diketahui. Pihak Taman Nasional Merbabu masih melakukan pendataan jadi belum diketahui pastinya," kata Heru, Senin (15/10/2018).

Kobaran api yang semakin membesar membuat petugas berencana minta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pelibatan helikopter untuk melakukan water bombing dinilai menjadi solusi pemadaman api.

"Kalau water bombing rencananya bisa mengambil air dari embung di Dusun Pulihan, Kabupaten Semarang," terangnya.

Sedikitnya 80 personel gabungan TNI, Polri, relawan bersama sejumlah elemen masyarakat harus berjibaku memadamkan api. Proses pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual dengan sabit, batang kayu, dan peralatan lainnya untuk mematikan sumber api agar tak merambat.

"Hingga saat ini personel Polsek dan Koramil Getasan masih standby di Basecamp Thekelan, bersama petugas dari Taman Nasional Gunung Merbabu dan para relawan," kata Kasubag Humas Polres Semarang, AKP Teguh Susilo Hadi.

Suit Padam

Petugas gabungan harus berjibaku dengan beratnya medan serta embusan angin kencang.

Heru Subroto mengatakan, amukan si jago merah berkobar di daerah sisi barat, tepatnya area Getasan, Kabupaten Semarang. Belum lama ini, kebakaran juga melanda kawasan Gunung Merbabu di wilayah Ampel, Boyolali.

“Api hingga saat ini belum mampu dipadamkan. Angin cukup kencang, sehingga memudahkan semak belukar kering untuk terlalap si merah. Belum lagi faktor jauh serta terjalnya lokasi kebakaran,” kata Heru.

Menurutnya, perlu waktu dua jam perjalanan ke lokasi sumber api. Selain itu, armada pemadam kebakaran juga tidak bisa mencapai lokasi kejadian sehingga proses pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual.

“Kita peralatan seadanya termasuk sabit dan sebagainya agar rantai api tak meluas," tukasnya.

Pemadaman itu melibatkan sedikitnya 80 personel gabungan dari TNI, Polri, relawan, dan elemen masyarakat lainnya. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, proses pemadaman sementara dihentikan, dan akan dilanjutkan kembali esok pagi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini